Rabu, 28 Juli 2010

'Eagle Safari' di Nordland



Salah satu 'wisata ekologi' menarik di Nordland dan Central Norway adalah Eagle safari, menonton Elang laut sedang berburu mangsa di laut. Lokasi bagus untuk wisata ini adalah di kawasan Lofoten, pulau Hitra dan Froya sebelah utara kota Bodo.
Elang laut Norway dikenal sebagai elang berekor putih (Haliaeetus albicilla) merupakan salah satu burung raksasa dengan rentang sayap mencapai 245 cm (lebih dari 8 kaki) dan tinggi badan mencapai hampir satu meter. Jenis elang ini sudah punah di Britania pada awal 1900-an, dan perlu waktu lama untuk upaya re-introduksi, sementara di Skotlandia, populasinya sangat langka. Mangsa Elang Ekor Putih diantaranya Ikan, burung laut dan itik, di Brittania dilaporkan dia memangsa ayam, kelinci dan terkadang anak domba, karenanya menjadi sasaran tembak para gamekeepers.

Ketika berburu elang berekor putih lebih memilih untuk mengintai terlebih dulu dari udara atau tempat bertenggernya. Apabila dia merasa sudah siap, segera kemudian menyambar dan memetik ikan dari permukaan air tanpa menjadi basah. Para elang laut juga mengais bangkai atau terbang menjelajahi garis pantai untuk mengincar mangsa dan terkadang dia mencuri makanan dari burung lain, seperti osprey dan hewan, seperti berang-berang dan kelinci. Kebutuhan makan Elang laut mencapai 0,6 kg daging perhari. Walaupun elang ekor putih adalah pemburu kurang aktif dibanding Golden Eagle, namun dia lebih tahan lapar karena usus mereka lebih lama dan lebih efisien sistem pencernaan, bisa hidup lebih baik dengan lebih sedikit makanan.

Sarang Elang laut adalah bangunan besar dari dahan pohon atau di tebing pesisir. Burung ini termasuk mahluk setia pada wilayah mereka, setelah mereka berkembang biak, sarang sering digunakan kembali, kadang-kadang selama beberapa generasi elang; Salah satu sarang di Islandia telah digunakan selama lebih dari 150 tahun. Di Skandinavia, ada pohon yang rubuh karena menyangga sarang elang yang sangat besar dan berat.

White-tailed Eagles adalah predator puncak. Oleh karena itu, mereka cenderung mengalami bioakumulasi dari polusi lingkungan dalam tubuh mangsa mereka, dan juga menderita penganiayaan intensif oleh gembala dan gamekeepers yang menganggap mereka sebagai sasaran tembak. Selama periode 1800-1970, Eagles White-tailed di sebagian besar Eropa mengalami penurunan dramatis, dan menjadi punah di banyak daerah di Eropa barat, tengah dan selatan. Sementara Norwegia, Jerman, Polandia, dan Islandia menyimpan populasi terbesar yang masih hidup, kantong-kantong mereproduksi pasangan tetap di beberapa negara lain tindakan konservasi Intensif banyak di seluruh rentang distribusi sisa Eropa (perlindungan hukum). Untuk mengurangi perburuan, perlindungan situs pembiakan , dan musim dingin makan) menyebabkan pemulihan populasi lokal.

Sejak tahun 1980-an, populasi White-tailed Eagle di Eropa mulai pulih, dan menyebar ke seluruh Eropa barat. Study arkeologi di Orkney, ditemukan tulang elang laut telah ditemukan pada makam berusia 4000 tahun. Hal ini menyimpulkan bahwa burung-burung Elang telah memperoleh kedudukan terhormat pada masa manusia prasejarah. Keyakinan ini diperkuat dengan adanya ‘ukiran batu Pictish’ bergambar elang laut dari Orkney.

Studi DNA melalui mikrosatelit dan mitokondria dalam Eagles White-tailed dari Eropa Utara-dan tengah telah menunjukkan bahwa penduduk Eropa berhasil memulihkan populasi elang laut sehingga tetap memiliki jumlah keanekaragaman genetik. Hal itu menyiratkan risiko rendah depresi kekerabatan. Oleh karena itu, pemulihan spesies Elang Ekor Putih ini yang sebelumnya terancam adalah kisah kesuksesan sejati untuk konservasi alam sekaligus mendatangkan devisa bagi penggemar wisata ekologi ‘bird-watching’..

Selasa, 27 Juli 2010

NPC-National Picture Compilation




Salah satu 'kuliah praktik' yang paling menarik dan berkesan yang kami alami adalah ketika berhasil memperoleh ilmu 'reconaisance' atau 'surveillance' di markas pemantauan laut Norway Coast Guard di wilayah Bodo Nordland. Terletak beberapa ribu meter di dalam bukit batu dan di dalam bumi, Reitan-Bodo Nordland, RHQNN-Regional Head Quarter North Norway merupakan pusat komando NATO di Norwegia yang bertugas melakukan pengawasan terhadap wilayah Norwegia yang berbatasan dengan Rusia, baik darat, laut maupun udara. Coastguard Norwegia (kystvakt) berada dibawah komando angkatan laut Norwegia, sehingga operation room mereka dikendalikan oleh militer (khususnya laut dan udara).

Untuk memantau keamanan laut, udara dan darat secara komplit dalam selama waktu 24 jam/selama 7 hari diperlukan beberapa system monitoring yang terpadu untuk dapat melakukan pengawasan wilayah secara optimal, seperti radar coastal, airborne surveillance dan maritime surveillance hingga satelite imagery.

Kemudian berbagai citra sensor tersebut dipadukan (overlay) pada suatu ’wall display’ untuk membentuk sebuah National Picture Compilation, yang menggambarkan kondisi aktual dan real time pola pola pergerakan (lalu lintas) kapal/pesawat dan bahkan pergerakan bawah air (kapal selam dll) diseluruh wilayah yang menjadi kedaulatan suatu negara.

Sebagai suatu system NPC ini pada dasarnya terdiri atas beberapa organ diantaranya ; pertama, jaringan radar pantai, kedua, jaringan pemantauan radar kapal, jaringan pemantauan radar pesawat (AEW-Airborne Early Warning atau airborne surveilance dengan wahana Eagleye atau AWACS), AIS/LRIT network. GMDSS, dan Satellite Observation berupa citra AIS, Radar maupun Citra optis. Singkatnya NPC adalah gabungan gambar yang dicitrakan ribuan pasang mata baik di darat, laut dan udara yang ditampilkan pada sebuah layar besar di pusat komando ataupun 'situation room' suatu negara baik itu di ruang kepresidenan atau markas besar angkatan bersenjatannya..!

Lunch di Bunker NATO



Di dalam markas RHQNN kami belajar tentang NPC-National Picture Compilaion mulai pagi sampai siang. Tibalah waktu makan siang, kami diajak keluar dari ruang command center RHQNN dan memasuki lorong gua. Di lorong-lorong gua itu saya sepintas mengamati dindingnya banyak dihiasi souvenir/cindera mata dari sesama angkatan bersenjata negara lain, Sepintas kulihat tak ada satupun dari ASEAN...apalagi dari Militer Indonesia. Kemudian naik 2 tingkat dengan tangga besi.
Sudah bisa kupastikan bahwa aku akan tersesat dalam lorong lorong gua itu apabila tidak dipandu oleh mereka. Kemudian kami masuk ke ruangan cukup luas yang berfungsi sebagai ruang makan/kantin yang cukup lebar.

Menurut CDR.Helges hari ini kantin menyuguhkan menu ‘istimewa’ makanan Asia, karena mereka kedatangan tamu dari kawasan tropis Asia. Seperti mie, nasi dan buah buahan. Juga menu standar seperti roti tawar/bakar selai strobery atau coklat.
Sambil menyantap makan siang itu pikiranku melayang dan menduga duga berbagai hal terutama bagaimana fasilitas dalam gunung ini memperoleh pasokan energy/listrik yang pasti mencapai beberapa megawatt, kemudian bagaimana sistem ventilasi udaranya dsb-dsb. Menurut CDR Helges apabila meletus perang Nuklir mereka bisa bertahan di dalamnya sampai minimal 6 bulan sampai dua tahun.

Ditengah kami menyantap makan siang, tiba tiba kami di kunjungi oleh seorang yang kelihatannya berpangkat sangat senior. Kemudian beliau menyalami kami dan memperkenalkan diri sebagai ‘Mr.Trond Gryting’. Beliau menanyakan beberapa hal seperti apakah kami baik baik saja selama di Norway, pakah kami bisa belajar sesuatu dari fasilitas tsb dsb. Dalam hati kecilku, aku menebak nebak bahwa pangkat senior ini pasti yang tertinggi difasilitas itu. Karena CDR Helges pun sangat menaruh hormat padanya. Kami berbincang-bincang cukup akrab sambil menyantap makan siang, kebetulan aku dulu tahun 1999 pernah sekolah di LIFE Academy Karlstad Sweden jadi banyak bisa mengimbangi pembicaraan dengan mereka tentang Skandinavia.

Beberpa saat kemudian, Mr Trond pamit, titip salam untuk atasan kami di tanah air dan mempersilakan kami bertanya pada staff atau anak buahnya disana.
Setelah beliu pergi saya bertanya ke CDR. Helges, siapa sebenanya ‘Mr.Trond’ kami diberi tahu bahwa dia adalah Rear Admiral Trond Grytting, panglima AL Norway wilayah utara sekaligus-panglima NATO wilayah Eropa utara.
Khabar terakhir awal April 2010 ini Laksamana Muda Trond Grytting pindah tugas ke Washington sebagai atase militer Norway-NATO di ibukota USA.

For Your Eyes Only


Salah satu doktrin statement petinggi RHQNN yang melekat di kepalaku adalah statement diatas. ‘Please note and remind of all the memory and anything you see in your mind.’
demikian prinsip yang harus kupegang sebelum masuk ke fasilitas RHQNN.
Semenjak seleseinya ‘cold war’ –perang dingin dengan pihak pakta Warsawa, berbagai fasilitas nuklir pakta NATO yang sebelumnya digelar sebagai antisipasi persiapan perang Dunia 3 segera dipindahkan/dihancurkan atau disembunyikan’ disuatu tempat yang tersembunyi.
Didalam bunker RHQNN, ada banyak ruangan di markas RHQNN yang tak ditunjukkan kepada kami seperti ‘NATO Room Class-1’ dan ‘NATO Room Class-2’ sementara NATO Room Class 3 adalah berisi produk-produk komersial dibidang militer dan defense yang telah dilansir dan dipasarkan di negara negara dluar anggota NATO.

Masih segar dalam ingatanku waktu masih usia SD pada tahun 1980-an yaitu perlombaan aneka senjata nuklir dan misile antar benua seperti rudal SS milik pakta Warsawa dan rudal ICBM –Inter continental Balistic Missile milik NATO…Lalu dimana atau apakah berbagai senjata dan sistem pengendalinya itu telah dimusnahkan atau dpindahkan semuanya. Saya tak 100 % percaya akan hal itu.

Satu hal prinsip yang kupercayai adalah janganlah kita gampang percaya dengan apa yang tampak oleh mata kita. Karena mata kita gampang sekali ditipu atau dikelabui oleh obyek obyek kamuflase. Itulah yang menjadi prinsip perang modern. Saat ini obyek apapun dimuka bumi ini akan mudah dipantau atau dikenali oleh satellite observasi bumi –Earth Observation Satellite’ atau sering disebut sebagai ‘Spy Satellite’ adalah ‘eyes’ in the sky yang tak kita miliki sampai kini. Sementara tetangga kita seperti Malaysia, Singapura dan Thailand telah lebih dulu mewujudkannya. Siapa yang kaya informasi, atau pintar mengelabui musuh akan menang.

Berkaca dari fasilitas RHQNN, saya sedih dan prihatin kejadian sebaliknya terjadi di negeriku. Simbol-simbol negara malah digelar dan dipertontonkan untuk menakut nakuti rakyat sendiri dengan berbagai issue seperti terorisme. Sementara dengan pihak asing kita gampang sekali bertekuk lutut tanpa perang. Para pemegang kuasa lebih percaya pada sumber sumber asing yang bermaksud buruk dengan kedok ‘investasi’ Sementara para ahli kita yang pintar dan banyak ilmu memilih minggir karena tak didengar suaranya. Banyak rahasia kekayaan negara yang tersimpan di bumi dan didasar laut telah diketahui oleh pihak asing dan telah diupayakan untuk dikuasai dengan berbagai cara walau harus mengubah berbagai peraturan-perundangan undangan di sini.

Markas RHQNN



Esoknya, pagi-pagi sekitar pukul 06.00 kami sudah bersiap dan sarapan di restoran hotel Rica-Bodo. Omelet dan roti bakar coklat dan orange juice adalah menu sarapan yang cocok dengan lidahku kalau sedang pergi keluar negeri.

Sekitar pukul 07 kami telah siap berangkat menuju Reitan dengan naik mobil Audi A6 Wagon yang disewa kawan dari TSS. Sepanjang jalan hujan rintik rintik dan indikator suhu menunjukkan suhu sekitar 10 derajad. Didalam mobil udara terasa hangat karena mobilnya memiliki system penghangat ruangan. Cuaca sedang hujan rintik-rintik, indikator suhu mobil menunjukkan suhu sekitar 10 derajat Celsius.

Pangkalan pemantauan laut (RHQNN-Regional Head Quarter North Norway) Reitan terletak sekitar 25 kilometer diluar kota Bodo, di desa kecil Reitan. Dari luar fasilitas militer itu terlihat biasa saja, disana sini banyak semak belukar yang dibiarkan tumbuh liar. Pintu gerbang hanya dijaga seorang tentara, setelah berkomunikasi dengan atasannya mobil kami dipersilahkan masuk dan parkir.

Dalam suasana dingin dan hujan rintik-rintik muncullah sesosok yang sudah saya kenal sebelumnya, Comander-CDR Helges Berheusen dengan memakai jas hujan warna biru. Dengan tersenyum ramah perwira itu menghampiri kami. Kawan saya Mayor TNI AU ‘Abdullah’ sempat terheran-heran karena seorang pejabat perwira menengah militer mau menyambut kami walau suasana cuaca tidak bersahabat. Setelah saling memperkenalkan diri kami diajak berjalan-jalan mengelilingi kompleks RHQNN camuflase.

Dijelaskan oleh komander Helges bahwa seluruh fasilitas diluar (ada beberapa gedung bertingkat dengan mobil terparkir didepannya) kurang terpakai karena markas mereka yang sebenarnya ada di dalam gunung batu granite di balik bukit sekitar 2 km dari tempat parkir tsb. Kami segera berjalan menuju kemarkas mengikuti CDR Helges.

Pintu gua markas RHQNN terlindung oleh tumpukan batu kali setinggi sekitar empat meter dengan ketebalan sekitar tiga meter dengan formasi huruf L, pintu gua ditutup oleh pintu besi yang bisa terbuka secara otomotis.

Setelah mendapat kartu kunjungan kami, dipersilakan masuk. Semua barang bawaan kami, kamera, hand-phone dsb harus ditinggalkan di tempat khusus yang tersedia di pintu masuk markas.

Dari pintu gua ini kami harus berjalan lagi sejauh sekitar 1,500 meter masuk kedalam gunung, lantai sudah beraspal dan dinding gua bercat putih sehingga terkesan cerah.

Karena latarbelakangku bukan militer, maka fisikku kurang terlatih dan agak drop karena kurang istirahat dan kecapekan sejak sebelum berangkat hingga tiba di Frankfurt, transit dan mengejar pesawat di Oslo. Ditambah dengan kondisi suhu dingin dibawah 10 celsius kakiku mengalami ‘muscle cramp’- kejang otot- dan terpaksa berjalan dengan setengah menyeret sebelah kaki. Untuk mengeluh atau minta ijin istirahat sungkan rasanya.

Sekitar 300 meter menjelang gerbang pertama lorong gua berbelok. Disana ada pintu gerbang dan pos jaga lagi yang mempersilakan kami masuk. Pintu gua yang kami masuki adalah pintu baja setebal sekitar 30 cm dan beberapa meter kemudian ada pintu baja kedua.

Beberapa puluh meter kami menuruni tangga besi sekitar 3 tingkat dan melewati lorong-lorong. Kami melewati beberapa pintu dengan tulisan ‘NATO Room Clas-2’, NATO Room Class-1’.

Kemudian kami masuk ke salah satu ruangan yang dikoordinasi oleh RHQNN. Kami masuk dalam ruang operation room dimana didalamnya ada sekitar 10 tentara berseragam sedang bekerja di depan komputer masing-masing.

Di dinding ada sekitar 4 layar LCD TV sekitar 65 inchi, 3 layar TV bertulisan ‘Wellcome to RHQNN’ sementara layar ke-empat menunjukkan peta Norwegia bagian utara. Dilayar nampak beberapa gambaran yaitu pergerakan pesawat terbang, sementara di laut terlihat pergerakan kapal. Semua pergerakan diatas pemukaan bumi bagian utara terlihat di layar itu. Selanjutnya CDR.Helges menjelaskan bagaimana mereka memantau semua pergerakan di permukaan laut dan udara Norway sebelah utara khususnya yang berbatasan dengan Rusia, melalui berbagai instrument seperti radar (pantai dan kapal perang), pemantauan AWACS (Aerial Eary Warning) dan satellite surveillance (optis dan radar/SAR) bahkan Subsurface surveillance / kondisi bawah air untuk memantau pergerakan kapal selam atau obyek lain. Kesemua pencitraan instrmen tsb diintegrasikan di layar TV/Wall Display yang dikenal sebagai NPC-National Picture Compilation.

Norsk Luftfartsmuseum




Setelah ‘check in’ meletakkan ‘luggage’ di kamar hotel Rica kami segera keluar. diajak keliling kota Bodo oleh staff TSS. Kota Bodo tak terlalu besar, penduduknya hanya sekitar 45,000 namun fasilitasnya sangat lengkap untuk ukuran kota kecil, yaitu tersedia bandara (lufthavn) dan pelabuhan laut (porthavn) yang cukup besar. Salah satu ciri landscape kota pelabuhan di dekat kutub adalah tak ada pohon pohon tinggi yang ada hanya perdu serta bangunan buatan manusia.

Siang itu kota Bodo cuacanya agak mendung terkadang diselingi hujan rintik rintik, cukup dingin untuk kami sekitar 8 derajad. Kemudian kami berhenti di dekat Museum penerbangan Bodo.
Rupanya staff TSS ini tidak mau terlalu mencampuri urusan kami dan membiarkan kami berpetualang dekat museum. Kami ditinggalkan olehnya di depan musium Norwegia Nasional Aviation Museum, dan dia berpamitan dan akan menjemput kami sekitar 4 jam lagi.

Norsk Luftfartsmuseum, menyediakan wahana yang menarik untuk belajar sejarah penerbangan baik sipil dan militer. Dalam bangunan berbentuk seperti ‘baling-baling raksasa’, kita serasa berpetualang memasuki dunia penerbangan mulai dari era layang-layang, era balon udara hingga era roket modern. Masuk musium penerbangan ini seakan kita dibawa pada mimpi semasa anak anak yang bercita cita bisa terbang baik dalam masa perang dan damai. Aneka wahana dan sistem penerbangan disuguhkan secara lengkap sebagai hiburan, sistem pertahanan dan transportasi. Di depan museum juga tersedia pameran udara hasil dari kerjasama antara Norsk Luftfartsmuseum, Norwegia Angkatan Udara Museum dan Museum AVINOR. Dari museum ini ternyata juga ada jalur khusus menuju Bodo Airforce Station.

Sejarah Stasiun Udara dimulai pada tahun 1921 dengan penerbangan pengantaran surat biasa (pos udara) . Pada awal 1940 dua kapal Sandringham, Gloster Gladiator No 263 Squadron RAF kemudian terbang dari Britania Raya dengan insinyur dan peralatan mereka untuk mulai bekerja memperbaiki landasan pacu. dan beberapa pilihan dipelajari sebelum memutuskan untuk membangun landasan pacu di Plassmyra di luar Bodø.

Selama Perang Dunia II, landasan udara Bodø dipermak sebagai basis udara melawan Jerman. Setelah selesei PD II mengambil pangkalan udara, membiarkan selimut beton pada lapangan terbang, dan membangunnya sebagai ‘spredningshangarer’ Setelah perang, Norwegia mengambil alih operasi bandara. Pada tahun 1950 diputuskan untuk membangun pangkalan udara untuk pangkalan udara militer utama, dan selesei tahun 1956.

Staisun udara Bodø selalu di renovasi dan modernisasi. Pada era setelah 1988, NATO menyuntikkan dana miliaran dolar pada pengembangan ‘hovedflystasjonen’ untuk logistik dan cadangan ala bantuan besar dalam kasus darurat. Selama Perang Dingin stasiun tersebut adalah salah satu dasar yang paling penting bagi Norwegia. Selama terjadi krisis pernag nuklir antara Uni Soviet dan NATO, Bodø Stasiun Udara Utama fungsi utama adalah untuk memberikan kontribusi dengan pesawat tempur untuk membuka sistem pertahanan udara Soviet, dengan pembom B-52 milik Komando Strategis Udara (SAC) untuk mensuplai senjata nuklir di instalasi militer NATO. Setelah masa damai Pemerintah Norwegia tidak mengijinkan penempatan senjata nuklir di kerajaan Noway. Namun di Bodø Air Stasiun ada bangunan khusus untuk penyimpanan untuk menerima senjata nuklir khususnya untuk siaga pada masa krisis.

Setelah lelah berkeliling museum sembari belajar sejarah militer dan penerbangan, kami berburu souvenir bernuansa ‘airforce’. Aku mendapatkan sebuah ‘Brown Barret’ dan sebuah ‘Badge' Norway Airforce Cold Response’ dan puluhan postcard. Malam harinya kami dijamu makan malam di restoran Thailand di kota Bodo oleh staff Kongsberg Maritim and Defence.

Selasa, 20 Juli 2010

Bodo:Land of The GOD








Perjalanan pesawat dari Tromso menuju Bodo hanya ditempuh kurang dari sejam. Cuaca agak berkabut ketika kami mendarat di Bodo Lufthavn. Bandara Bodo tidak terlalu besar, tapi cukup artistik dan canggih. Di langit kota Bodo yang cukup gelap seringkali terdengar raungan suara pesawat jet tempur yang sangat keras walau tak terlihat pesawatnya. Hal itu menandakan, ada pangkalan pesawat tempur disekitar kota ini, walau tak terlihat dengan jelas. Dari suaranya dan referensi yang kubaca tentang pesawat NATO kemungkinan sejenis F-16 atau F-18 Hornet. Didekat bandara ada beberapa bukit kecil yang setelah kami dekati merupakan bunker bunker untuk menyembunyikan pesawat tertentu (stealth & bomber misalnya: SR 17 Blackbird atau F-117 NightHawk).

Bodø adalah pusat administratif Nordland County. Dengan 45 000 warganya adalah kota kedua terbesar di Norwegia Utara, dengan fasilitas cukup modern. Dalam bahasa Norway..Bodo berarti ‘padang rumput’. Kota ini merupakan salah satu ujung tombak pangkalan udara NATO pada masa perang dingin. Kota ini pernah luluh lantak pada perang dunia kedua karena dibombardir oleh Jerman. Mengingat sejarah perang yang sangat monumental itu di Bodo ini didirikan Norsk Luftfartsmuseum (Museum penerbangan) yang sempat kami kunjungi selama di kota ini.

Bodø menantang berbagai aktivitas wisata ekologi yang menarik seperti arung jeram, main perahu kayax di laut, memancing, menonton elang laut sedang berburu, wisata kota, atau sekedar belanja atau bersantai di kafe lokal. Kota Bodo adalah salah satu lokasi terbaik untuk melihat ‘White Night’ malam tanpa gelap dan melihat ‘Midnight Sun’, serta tempat-tempat paling terkenal seperti Saltstraumen, pusat pasang surut terkuat dunia, gletser Svartisen dan pulau-pulau Lofoten tempat bermukim keluarga ‘Killer Whale’.

Kota Bodo juga cocok untuk 'wisata sejarah militer' karena memiliki sejarah panjang dengan angkatan bersenjata khususnya Angkatan udara Norway Royal Norwegian Air Force (RNoAF). Bodo juga merupakan ’home base’ bagi instalasi CAOC3-pemantauan laut dan udara NATO yang tersembunyi didalam gunung batu yang sempat kami masuki juga. Angkatan udaranya yang secara reguler melakukan latihan selama musim dingin. Di kota Bodo juga terdapat sekolah bagi Norway Advanced Surface to Air Missile System atau di Indonesia dikenal sebagai Den-Rudal-Detasemen Rudal. Selama perang dingin kota Bodo memainkan peran vital bagi NATO untuk menghadapi Pakta Warsawa, yaitu sebagai pangkalan pesawat-pesawat Bomber NATO (USA) sebagai persiapan serangan terdekat ke berbagai target di Uni Soviet. Di kota ini kami menginap di Rica Hotel dekat kawasan pelabuhan.

Minggu, 18 Juli 2010

Fjords of Scandinavia








Perjalanan dari Tromso menuju Bodo merupakan perjalanan ‘inter-insulair’-antar pulau. Sebenarnya perjalanan ini bisa juga ditempuh dengan ‘Troms-Bus’ bus antar kota di Tromso. Namun pasti memerlukan waktu yang sangat panjang dan mungkin mencapai dua hari walau jaraknya hanya sekitar 500 km, namun apabila melewati jalan darat jaraknya mencapai hampir 1,000 km. Sementara jadwal kami tak memungkinkan hal itu. Perjalanan darat antara Tromso dan Bodo menjadi panjang karena melewati ngarai dan lembah berkelok kelok, naik turun gunung dan terkadang menyeberang ‘fjord’. Pemandangan di kawasan itu sangat indah, terlebih di musim summer. Pemandangan gunung salju, lembah dan fjords itu juga terlihat apabila pesawat kami sedang terbang merendah.

Fjords adalah lembah sangat curam dan sempit, dengan dasar lembah berupa laut dalam yang menjorok ke darat dan terbentuk karena aktivitas glasial. Fjords terbentuk ketika gletser memotong lembah berbentuk U oleh abrasi dari batuan dasar (bed rock) sekitarnya. Banyak lembah di Norway utara terbentuk selama zaman es terakhir. Es mencair disertai dengan ‘rebound’ lapisan kerak bumi akibat beban es dan sedimen yang mengalami erosi (disebut ‘isostasy’ atau ’rebound glasial’).

Dalam beberapa kasus 'rebound gletser' lebih cepat daripada naiknya permukaan laut. Kebanyakan fjords lebih dalam dari laut yang berdekatan; Sognefjord, Norwegia, mencapai tinggi 1.300 (4.265 kaki) di atas permukaan laut. Fjords umumnya memiliki ambang atau naik di mulut fjords disebabkan oleh Moraine terminal gletser sebelumnya, dalam banyak kasus menyebabkan arus air asin yang ekstrim dan deras (Skookumchuck) misalnya Saltstraumen di Bodo Norwegia sering digambarkan sebagai kawasan pasut-pasang surut terkuat di dunia.

Terumbu karang

Sampai akhir 2000, beberapa jenis terumbu karang ditemukan di sepanjang bagian bawah fiord Norwegia. Terumbu karang ditemukan di fjord dari utara ke selatan Norwegia. Kehidupan laut pada terumbu karang yang diyakini menjadi salah satu alasan mengapa pantai Norwegia adalah kaya sumberdaya ikan. Karena penemuan ini cukup baru, penelitian masih sedikit jadi terbuka kesempatan untuk melakukan riset tentang terumbu karang di fjords. Tapi hati hati karena terumbu karang fjords adalah inang bagi ribuan ‘lifeforms’ seperti plankton, karang, anemon, ikan, bahkan beberapa jenis hiu, paus dan banyak lagi.

Di Selandia Baru ada fjord sebagai host terumbu karang laut, dimana lapisan permukaan air tawarnya dan air laut terpisah sehingga memungkinkan terumbu karang tersebut tumbuh di tempat lebih dangkal dari biasanya. Sebuah observatorium bawah laut ’Milford Sound’ memungkinkan wisatawan untuk melihat terumbu karang tanpa menyelam.

Fjords di Skandinavia

Penggunaan fjord kata (termasuk bahasa Skandinavia timur fjärd) lebih umum dalam bahasa-bahasa Skandinavia daripada dalam bahasa Inggris. Di Skandinavia (Norwegia, Denmark dan Swedia barat), fjord digunakan untuk inlet laut yang sempit. Di Norwegia, penggunaan yang paling dekat dengan Norse Lama, dengan fjord digunakan untuk sebuah muara laut yang masuk kedarat berbentuk panjang dan sempit. Di Norwegia timur, istilah ini juga diterapkan untuk danau air tawar yang memanjang dan sempit (misalnya Mjøsa [sering disebut sebagai fjorden], Randsfjorden dan Tyrifjorden) dan kadang-kadang bahkan untuk sungai (dalam penggunaan lokal, misalnya di Flå di Hallingdal, sungai Hallingdal disebut sebagai fjorden). Di Swedia timur, fjärd nama digunakan secara sinonim untuk teluk, bights dan inlet sempit di pantai Laut Baltik Swedia, dan di danau yang paling Swedia. Istilah yang terakhir ini juga digunakan untuk badan air di lepas pantai Finlandia dan Swedia. Di Denmark, kata ‘fjords’ bahkan mungkin berlaku untuk laguna dangkal. Dalam bahasa Icelandic modern, fjörður masih digunakan dengan arti lebih luas dari muara laut yang masuk. Dalam bahasa Finlandia, sebuah kata ‘vuono’ sebagai nama lainnya meskipun hanya sebuah fjord ditemukan di Finlandia.

Nampak sedikitnya riset tentang 'kehidupan di fjords; merupakan tantangan tersendiri bagi kalian 'peneliti kelautan tropis' yang lebih nekat dan gagah berani. Dengan syarat, tinggalkanlah keluargamu dengan warisan asuransi jiwa yang cukup.

Kamis, 08 Juli 2010

Farewell TROMSO








Sesuai jadwal, kami besok pagi-pagi rencananya diterima di markas RHQNN-Regional Head Quarter North Norway di kota Bodo, Norway utara. Ketika bersiap meninggalkan Tromso menuju Bodo. Di bandara ‘Langness’ Tromso kami mendapati masalah dengan tiket kami. Tiket kami adalah ‘International connecting flight Star Aliance’ sementara penerbangan menuju Bodo dari Tromso dilayani oleh domestik flight sehingga kami harus mengeluarkan ‘ekstra cost’ sebesar 70 USD per orang atau 210 USD untuk 3 orang. Sementara uang saku dari kantor benar benar terbatas. Kami harus menghemat ‘cash money’ yang tersisa. Terpaksalah kugunakan ‘jurus penyelamat’ yaitu kartu kreditku. Untuk berganti ‘moda transport’ mengunakan bus antarkota adalah mustahil akan ditempuh selama sehari, juga kami malu dengan Staff TSS yang menyertai kami. Jarak Tromso-Bodo sebenarnya hanya sekitar 500 km. Namun, kerna travelling menuju Bodo merupakan perjalanan inter-insulair-antar pulau- karena wilayah-wilayah di Norway utara ini merupakan pulau pulau kecil dipisahkan oleh ‘laut dalam’ dengan tebing curam (atau disebut ‘fjord’).

Bandar Udara Tromsø, Langnes (IATA: KL, ICAO: ENTC) (Norwegia: lufthavn Tromsø) terletak di Tromsø, di sisi barat pulau Tromsøya, 1,7 Nautical mil (3.1 km) barat laut pusat kota, yang terletak di sisi timur pulau. Bandara ini adalah bandara terbesar di Utara Norwegia (Norwegia: Nord-Norge), melayani penumpang 1.629.967 pada tahun 2009. Bandar Udara Tromsø melayani penerbangan untuk bagian utara dan tengah county Troms-Norway utara. Ini merupakan hub penting untuk penerbangan menuju bandar udara di Finnmark dan menuju ibukota Oslo. Sebagian besar penerbangan terjadwal di Tromso adalah ‘domestik flight’, termasuk penerbangan ke Bandara Svalbard, di Longyearbyen. Meskipun juga melayani beberapa tujuan internasional tujuan khusus ke London Gatwick, Inggris, Riga, Latvia dan Murmansk di Rusia). Selain itu, operator charter terbang ke beberapa destinasi di Eropa Selatan dan Kepulauan Canary dengan pesawat kecil twin otter atau ‘propeller’. Di bandara Tromso tersedia beberapa maskapai penerbangan dengan destinasi khusus. ‘AirBaltic’ melayani tujuan Riga Nordavia Arkhangelsk dan Murmansk-Rusia. Air Shuttle melayani rute Bergen Norwegia, Bodø, London-Gatwick, Oslo-Rygge, Oslo-Gardermoen, Trondheim. ‘Scandinavian Airlines-SAS melayani rute : Alta, Bodø, Longyearbyen, Oslo-Gardermoen, Stockholm-Arlanda , Trondheim. Widerøe Alta melayani tujuan Andenes, Bergen, Hasvik, Hammerfest, Harstad / Narvik-Evenes, Hasvik, Honningsvag, Kirkenes, Lakselv, Sandefjord. Musim panas, Stokmarknes, Sørkjosen, Vadsø, juga beberapa penerbangan menuju ke Mediterania.

Bandara ‘Langness’ Tromso dibangun pada 1 Juli 1963, dan secara resmi dibuka untuk lalu lintas pada tanggal 14 September 1964. Tromso telah menikmati penerbangan yang dijadwalkan secara rutin sejak 1930-an,dengan sejenis pesawat amfibi. Pada tahun 1974 bandara menjadi hub daerah baru kawasan Finmark dengan untuk STOL-Short Take Off and Landing (lepas landas pendek dan mendarat) menggunakan pesawat de Havilland Twin Otter.

Bandara Tromso sebenarnya tidak terlalu besar namun cukup unik dan rapi. Terminal asli diganti dengan bangunan baru, berbentuk setengah lingkaran, pada tahun 1977. Terminal saat ini dibangun pada tahun 1998 sebagai bagian dari ekspansi komprehensif dan modernisasi bandara, termasuk menara kontrol baru (ATC-Airtraffic Tower Controll) . Garbarata- Rampway- di beberapa gerbang.
Juga ada terowongan di bawah landasan untuk mengurangi kemacetan lalu lintas. Selama menunggu jadwal penerbangan, kami sempat ‘Sightseeing’ sekitar bandara dan makan siang di restoran. Staff TSS menawari kami untuk membeli beberapa souvenir di ’souvenir shop’. Namun secara halus kami menolaknya karena malu, sudah terlalu banyak dibantu oleh mereka.

Apabila dihitung dengan jari, sudah empat kali aku menginjakkan kaki di Bandara ‘Langnes’ Tromso ini. Dua kali di musim ‘summer’ dan dua kali pula di musim winter. Namun tetap saja pemandangan sekeliling bandara Langnes Tromso ini selalu menarik buatku. Bandara dikelilingi laut dan gunung bersalju yang sangat indah.
Selamat tinggal Tromso, Semoga aku, atau anak cucuku bisa mengunjungimu, someday. InsyaAllah.

Selasa, 29 Juni 2010

Souvenir 'VIKING'





Sebelum meninggalkan Tromso aku sempatkan mengunjungi ‘Tromso Gift-Souvenir Shop’ di kawasan pelabuhan Tromso. Melihat lihat aneka souvenir khas Norway, sesuai dengan selera dan kantongku. Kebetulan penjaga toko, sebut saja namanya ‘Ole’ cukup ramah, dan enak diajak ngobrol. Dia bercerita pernah mengunjungi Bali, kenal akrab seorang musisi jazz Bali, Rudi Bahalawan. Mataku tertumbuk pada dua souvenir menarik yaitu ; ‘pedang’ dan ‘helm Viking’. Terbayang bagaimana suporter bola di Indonesia juga memakai berbagai ornament khas Viking seperti ‘topi bertanduk’ ala Viking seperti dipakai suporter PERSIB. Mungkin mereka para suporter itu secara latah ingin meniru semangat tempur ‘bangsa Viking’ yang terkenal pada abad ke 8 sampai 10 Masehi.

Ornamen Viking berupa ‘Helm Bertanduk’ sebenarnya merupakan tiga representasi helm - dengan tonjolan yang mungkin bergaya gagak, ular atau tanduk. – Catatan sejarah menunjukkan sebenarnya tidak ada gambaran helm prajurit Viking yang pasti karena tak ada helm Viking diawetkan secara utuh, karena konon terbuat dari bahan tanduk atau kulit hewan.

Para sejarawan percaya bahwa prajurit Viking tidak menggunakan helm bertanduk. Namun, apakah mungkin ada helm seperti itu digunakan dalam budaya Skandinavia untuk keperluan lain seperti ritual misalnya, tetap belum bisa dibuktikan. Kelatahan umum adalah bahwa prajurit Viking memakai helm bertanduk diumumkan oleh kolektor barang antik pada abad ke-19 dari Götiska Förbundet (yang didirikan pada tahun 1811 di Stockholm, Swedia). Mereka mempromosikan penggunaan mitologi Nordik sebagai subyek seni tinggi dan bertujuan etnologis dan moral lainnya bagi bangsa Scandinavia. Vikings sering digambarkan dengan ‘helm bersayap’ dan pakaian lain yang diambil dari zaman klasik, terutama dalam penggambaran ‘dewa Norse’. Hal ini dilakukan dalam rangka melegitimasi dan mitologi Viking mereka dengan menghubungkan dengan dunia klasik yang telah lama dijunjung tinggi dalam kebudayaan Eropa. Dan upaya promosi itu terbukti ampuh memperkenalkan 'icon' budaya Viking Scandinavia keseluruh dunia. Banyak tokoh Viking dikenal orang seperti Erricson, Ragnarock, Bulliwift dll.

Pedang Viking, berbentuk spatha, berkembang dari pedang Periode Migrasi pada abad ke 8, dan berkembang menjadi pedang ksatria klasik pada abad ke-11. Selama jaman Viking, pedang tumbuh sedikit lebih panjang 930 mm (36,6 inchi) dan meruncing pada bagian distal. Pedang Viking umumnya berbentuk seperti pisau Fuller yang panjang, dengan gagang tunggal-tangan yang sported sebuah lobed (atau tiga bua) sebagai pemukul yang fleksibel. Dengan bentuk seperti itu pedang Viking cukup ringan, dan memungkinkan pedang untuk diayunkan lebih cepat dan lebih keras pukulannya.
Namun pedang juga bisa dibengkokkan dengan lembut, dan mampu mematahkan tulang saat dipukulkan.

Pola dan desain gagang "pedang Viking" amat populer diseluruh benua Eropa antara 700-1000 Masehi dengan sedikit variasi. Pedang adalah senjata yang paling populer pada jaman Viking. Namun dalam perang, kapak adalah senjata yang paling disukai di antara para Viking karena senjata ini lebih mudah dan murah untuk dibuat. Senjata pada jaman Viking juga menggambarkan status sosial dan peringkat dalam keprajuritan. Hanya goðar Viking kaya, Jarls, yang bebas memegang pedang berbentuk apapun, sementara ‘warga kehormatan’ lebih cenderung untuk membawa kapak atau tombak.

Bingung memilih souvenir. Setelah kupikir pikir, perjalananku masih jauh, jadi akan sangat repot apabila membawa banyak barang. Pasti aku menemui banyak kendala di pabean apabila aku membawa ‘souvenir’ berupa senjata tajam karena bandara di Eropa terkenal sangat ketat dan galak dengan hal hal berbau 'terorist'. Bisa bisa aku ditangkap 'airport security' karena dikira ‘terorist’ yang mau membajak pesawat. Apalagi harga seouvenir itu mencapai beberapa ratus USD. Akhirnya, kuputuskan membeli aneka stiker, kompas, gantungan kunci, pisau lipat ‘Viking’ dan puluhan postcard. Ditambah beberapa souvenir hadiah dari TSS berupa ‘Glass Polar Bear’, kaos, buku-buku sains, buku cerita anak, boneka Troll, CD Film Tentang Norway dan jaket 'musim dingin' berlogo ‘Spacetec’. Cukuplah souvenir 'Viking' koleksiku.

Selasa, 15 Juni 2010

Maskot Piala Dunia 2010



Salah satu maskot pada atraksi pembukaan pesta Piala Dunia adalah atraksi ’Dung Beetle’, kumbang Scarab atau kumbang kotoran (‘Engkis’ dalam bahasa Jawa). Serangga ini hidup di berbagai habitat berbeda mulai gurun, lahan pertanian, hutan, dan padang rumput. Mereka ditemukan di semua benua kecuali Antartika. Kumbang Scarab memakan kotoran diekskresikan oleh herbivora dan omnivora, juga memakan jamur dan daun membusuk dan buah-buahan. Pemakan kotoran ini tidak perlu makan atau minum apa pun, karena kotoran cukup menyediakan semua nutrisi yang diperlukannya.

Kebanyakan kumbang kotoran mencari makan menggunakan indra sensitif penciuman mereka.
Beberapa spesies yang lebih kecil hanya menempel pada hewan penyedia kotoran-untuk menunggu rejeki mereka. Setelah menangkap kotoran, seekor kumbang Scarab akan menggulingkan bola kotoran mengikuti garis lurus meskipun ada rintangan. Kadang-kadang kumbang kotoran mencoba untuk mencuri bola kotoran kumbang lain. Sehingga kumbang kotoran harus bergerak cepat dari tumpukan kotoran dengan menggulingkan bola kotoran mereka untuk mencegah dari kumbang pembajak.

Kumbang Dung ini dapat menggelelindingkan beban hingga 50 kali berat badan mereka.
Seekor species Taurus onthophagus jantan bahkan mampu menarik 1.141 kali berat tubuh mereka sendiri, setara dengan rata-rata apabila orang menarik enam bus double-decker penuh orang.
Pada tahun 2003, peneliti menemukan bahwa satu spesies kumbang kotoran (Scarabaeus Afrika zambesianus) menavigasi oleh menggunakan pola polarisasi di bawah sinar bulan. Penemuan ini merupakan bukti pertama bahwa binatangpun dapat menggunakan polarisasi sinar bulan untuk orientasi arah.

Kumbang ’Dung’ memainkan peran luar biasa di bidang pertanian. Dengan mengubur dan memakan kotoran, mereka memperbaiki daur ulang hara dan struktur tanah. Mereka juga melindungi ternak, seperti sapi, dengan membuang kotoran yang jika dibiarkan bisa memberikan habitat bagi hama seperti lalat penyebar penyakit. Oleh karena itu, banyak negara telah memperkenalkan makhluk ini untuk kepentingan peternakan. Dewasa ini dikenal ada 23 spesies kumbang Dung, terutama Gazella Onthophagus dan Intermedius Euoniticellus, yang telah dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas dan kesuburan padang rumput sapi Australia, bersama dengan penurunan populasi lalat berbisa mencapai 90 % . Di negara-negara berkembang, kumbang ini sangat penting sebagai tambahan untuk meningkatkan standar kebersihan. American Institute of Biological Sciences melaporakn bahwa kumbang kotoran membantu penghematan industri peternakan Amerika Serikat mencapai US $ 380 juta per tahun melalui pembersihan kotoran ternak di atas tanah.

Di China, kumbang kotoran, disebut 'Qianglang', digunakan dalam pengobatan herbal Cina. Hal ini dicatat di bagian "Serangga" dari Compendium Materia Medica, di mana dianjurkan untuk membantu penyembuhan sekitar 10 penyakit.

Beberapa spesies kumbang kotoran, terutama spesies 'Sacer Scarabaeus' (sering disebut sebagai Scarab suci), menikmati status yang suci di antara orang-orang Mesir kuno, juga Romawi . Kehebatan kumbang Scarab bisa kita kita lihat dalam film-film Holywood ‘The Mummy’, dimana kumbang Scarab ini menjaga 'Mummy' di piramid dari jarahan manusia, karena mereka bisa membunuh manusia dengan menembus badan manusia untuk memakan dagingnya.
Subhannallah.Tak ada satu mahluk-pun diciptakan Allah SWT dengan sia sia...

Senin, 07 Juni 2010

POLAR Museum




Kondisi ekologi pulau Tromso yang unik yaitu selalu ada supplay arus laut hangat, membuat kawasan ini dihuni nenek moyang manusia sejak lama.
Catatan sejarah antropology menunjukkan, manusia sudah menghuni wilayah ini lebih dari 10 ribu tahun lalu. Hal itu dibuktikan dengan adanya berbagai ’ornament lukisan’ manusia berusia sangat tua di gua-gua bekas tempat tinggal manusia sejak jaman Neanderthal. Masih eksisnya suku tradisional ‘Samii’ menunjukkan harmony kehidupan antara manusia modern dan suku-suku tradisional yang berusia sangat tua.

Untuk mengenal lebih dekat berbagai peninggalan arkeologi, ekologi dan biologi kondisi kutub utara (dan Antartika) kita tak perlu pergi ke kepulauan Svarbard atau ke Antartika. Anda cukup mengunjungi Polar Museum dan Polaria di kota Tromso.
Di wahana Polaria, sebuah petualangan kutub disajikan oleh Institut Polar Norwegia.
Polaria menyuguhkan petualangan kutub melalui film 3 dimensi karya Ivo Caprino dari Svalbard ditampilkan pada 5 buah layar lebar. Juga ditampilkan akuarium terbesar di Eropa berisi aneka makhluk laut kutub aneka ikan aneh dan kepiting raksasa serta anjing laut kutub.

Polaria diresmikan Mei 1998, dirancang untuk menjadi pengalaman pendidikan lingkungan khususnya bagi anak-anak.atau wisatawan. Sebagian besar wahana polaria menampilkan fokus di pulau utara dari Svalbard. Lima layar bioskop Polaria berisi panorama dan kisah petualangan di kutub utara (Artic) dan kutub selatan (Antartica). Wahana polaria juga menampilkan peralatan eksplorasi kutub, boneka binatang dan simulasi permafrost.

Rangkaian akuarium konvensional banyak menampilkan aneka kehidupan laut dari sekitar Tromso dan spesies laut dalam dan kutub. Juga tangki tangki air laut berisi binatang khas pantai berbatu. Ikan dalam berbagai fase hidupnya dan pameran spesies dan produk ramah anak lain.
Pada bagian tengah adalah kolam terbuka yang berisi sekelompok Anjing laut berjenggot, Barbatus erignathus. Anjing laut kutub itu telah dilatih dan mampu menampilkan berbagai atraksi untuk hiburan masyarakat. Kandang anjing laut tsb dibuat mirip dengan alam aslinya dengan beberapa dinding dilengkapi kaca observasi sehingga pengunjung dapat melihat pada hewan dari berbagai sisi baik bawah, atas maupun samping sesuai dengan lingkungan alam mereka.

Museum Polar, Tromso terletak di dermaga menjadi titik awal dari ekspedisi kutub dan perjalanan yang penuh petualangan dari para petualang dunia yang terlibat dalam ekspedisi, dan tempat menyimpan peralatan yang digunakan ekspedisi tsb.
Di Polaria ada juga gambar dan boneka dari spesies hewan yang ditemukan di daerah tertutup salju seperti beruang kutub, penguin dan anjing laut kutub bahkan paus yang banyak ditemukan di sekitar wilayah ini.

Senin, 31 Mei 2010

Polar Night




Kunjunganku kedua ke Tromso Norwegia pada bulan Oktober, bertepatan dengan ulang tahunku ke-40. Pada bulan bulan itu banyak fenomena alam luar biasa yang bisa kusaksikan seperti ‘kaligrafi di gunung Lyngen Alps’ (seperti kuceritakan didepan) dan tak kalah menariknya adalah ‘polar night’ atau malam kutub dimana panjang malam bisa lebih dari 24 jam. ‘Polar night’ hanya terjadi di kawasan dalam lingkaran kutub, langit bertaburan cahaya bintang yang terang dan sangat indah serta bila beruntung kita bisa menyaksikan aurora. Fenomena ‘polar night’ merupakan kebalikan dari ‘Midnight Sun’ dimana matahari tetap di atas cakrawala untuk waktu yang lama dikenal sebagai matahari tengah malam pada bulan Mei. Fenoma alam menakjubkan pada saat ‘polar night’ adalah ‘aurora’ yaitu untaian cahaya di langit kutub (utara dan selatan) seperti kelambu atau selendang raksasa yang menari- nari berubah ubah bentuk dari waktu ke waktu. Cahaya aurora ternyata memperlihatkan dinamika pergerakan dan perubahan cahaya yang harmonis, seolah perubahan cahaya di kutub utara menjadi cermin dari perubahan cahaya di kutub selatan.

Aurora terbentuk karena interaksi partikel-partikel atmosfer bumi dengan partikel bermuatan ‘ion’ dari matahari yang disebut dengan plasma. plasma adalah partikel sejenis gas yang terionisasi. Semula gas-gas itu tidak bermuatan, tetapi karena suhu yang sangat panas di matahari menyebabkan partikel gas terionisasi membentuk ‘plasma’. Plasma ini dipancarkan matahari ke segala arah (biasanya pada saat terjadi peningkatan aktivitas matahari maka pancaran plasma bertambah). Ketika mendekati medan magnet bumi (yang terpusat di kutub utara dan selatan) maka plasma akan tertarik ke kutub-kutub bumi (gejala ini disebut “angin matahari”-solar wind). Saat bertemu dengan partikel atmosfer bumi terjadi eksitasi-relaksasi elektron sehingga memendarkan warna cahaya yang indah.

Fenomena aurora terkait dengan selubung medan magnet -magnetosfer Bumi- dan kemunculan bahaya gelombang elektromagnetik dari Matahari. Semakin kuat dan lama cahaya aurora, dapat diperkirakan semakin kuat gangguan dari Matahari yang dikenal sebagai badai matahari ’solar storm’. Karena yang berperan adalah medan magnet. Makanya di bumi aurora paling sering terjadi di daerah di sekitar kutub utara dan kutub selatan magnetiknya, dan sangat jarang terjadi di daerah katulistiwa. Aurora yang terkenal adalah Aurora Borealis (di kutub utara) dan Aurora Australis (di kutub selatan).
Cahaya kutub ’polar light’ terjadi karena adanya aliran partikel energi tinggi dari Matahari yang memasuki kawasan kutub-kutub medan magnet Bumi. Gangguan pada medan magnet Bumi ini dinamakan magnetic storm (badai magnet). Aurora juga bisa muncul bila terjadi fenomena lanjutan pada magnetosfer yang dikenal sebagai magnetic sub-storm. Peristiwa ini memunculkan aurora oval di kutub-kutub Bumi yang simetri satu sama lain. Meski fenomena ini telah diduga oleh para ahli sejak lama, bukti observasi baru diperoleh pada tahun 2001 melalui pengamatan satelit NASA.

Umumnya polar light yang muncul berwarna hijau kekuningan, karena bagian partikel yang membawa energi berbenturan dengan molekul gas oksigen yang berjarak 20 km dari permukaan bumi. Ketika molekul gas nitrogen mendapat benturan partikel, akan memancarkan cahaya ungu kemerahan. Nitrogen, akan memancarkan cahaya biru: sedangkan nitrogen netral akan memancarkan cahaya merah. Karenanya kita dapat melihat garis cahaya merah, biru, hijau dan ungu yang berselang-seling menyelimuti angkasa. Bahkan aurora yang indah cermerlang memperlihatkan bentuk yang selalu berubah, ada yang berbentuk tirai, busur, pita, sinar dan bahkan kaligrafi atau bentuk lainnya.
Munculnya aurora memiliki dua prasyarat, pertama suhu harus rendah. kedua, cuaca harus cerah. Sejumlah besar negara di dunia juga kerap akan tampak aurora, di antaranya termasuk Norwegia, Rusia, Finlandia, Kanada bagian utara, Alaska dan AS bagian Utara. Aurora biasa muncul setiap tahun pada bulan April dan Oktober.

Dampak psikologis, masa-masa ‘polar night’ dapat memicu depresi pada beberapa orang. Orang yang menderita gangguan afektif musiman ‘Seasonal affective disorder’ (SAD) sangat rentan terhadap kondisi ini. Karena itu angka ‘bunuh diri’ dikawasan lingkar kutub utara ini cukup tinggi yang kemungkinan disebabkan sindroma ini. Karenanya beberapa negara kaya memberikan subsidi bagi warganya untuk melancong ke kawasan tropika pada musim musim itu agar rakyatnya tidak terus menerus mengalami depressi karena kondisi alam.

Jumat, 28 Mei 2010

Midnight Sun




Salah satu ‘event favorite’ bulan Mei diplanet bumi adalah menyaksikan ‘Midnight Sun’-matahari tengah malam-. Matahari tengah malam adalah fenomena alam yang terjadi pada bulan-bulan musim panas (summer) di lintang utara dekat Lingkaran Arktik (kutub utara) dimana matahari masih terlihat di tengah malam pada waktu lokal apabila cuaca cerah. Pada bulan Mei ini banyak sekali turis Asia, Eropa Tengah akan berkunjung ke ujung utara bumi itu untuk menyaksikan fenomena alam tsb. Salah satu kota tujuan untuk wisata ‘Midnight Sun’ itu adalah Tromso, Bodo, Hammerfest dan Nordkapp. Tromso adalah kota besar terakhir sebelum memasuki kawasan lingkaran kutub utara. Kota ini terletak 69°40′ Lintang Utara, dan hanya berjarak 350 km dari situ. Pada setiap bulan Mei, matahari akan tenggelam dan langsung terbit di cakrwala kota Tromso. Nah turis-turis mancanegara biasanya berdatangan pada bulan bulan ini.

Pada bulan-bulan Mei sampai Juni suhu udara Kota Tromso paling hangat bisa mencapai 15°C yang merupakan ’hari terpanas’ di kawasan itu. Pada musim itu biasanya warga Tromso akan ’buka baju’ untuk berjemur menikmati musim panas terik matahari yang cukup langka di kawasan itu, dan banyak festival diselenggarakan di kota itu.

Sementara di Svalbard , Norwegia, yang dihuni wilayah utara Eropa, tidak ada matahari terbenam pada tanggal 19 April - 23 Agustus. Lokasi ini merupakan situs ekstrim di mana matahari dapat terus terlihat selama satu tahun. Fenomena yang sebaliknya adalah ’polar night’-malam kutub terjadi di musim dingin ketika matahari tak terlihat sama sekali karena tetap di bawah cakrawala sepanjang hari. Kebetulan aku pernah duakali mengunjunginya pada musim summer dan winter sehingga tahu persis suasana ’kontrast’ kedua musim itu di kawasan bumi paling utara.

Nah, saat ini delegasi Presiden RI tengah mengikuti konferensi Kehutanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan berkunjung ke Norwegia pada tanggal 25 sampai 28 Mei. Kunjungan ini dalam rangkat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim bidang Kehutanan. Apabila beruntung dan sempat rombongan delegasi itu bisa ber-ekowisata menonton ’Midnight Sun’ itu yang berjarak sekitar 3 jam penerbangan dari Oslo, ibukota Norwegia.

Tromso Sound Tunnell




Pada kunjungan kedua ke Norwegia, aku dan dua orang kawanku memenuhi undangan Departmen Pertahanan Norway sehingga kami diperlakukan juga sebagai ’defence officer’. Kami dinapkan di ’sydpissen barrack hotel’ sebuah losmen untuk anggota militer NATO di ujung selatan pulau Tromso.

Pada hari pertama, kami diajak jalan jalan keliling kota Tromso oleh Einar gronas, pemandu kami dari TSS-Tromso Satellite Station. Saat kunjungan kedua kali di kota Tromso, kami ditunjukkan beberapa rahasia kota Tromso ini diantaranya ’Tunnell of Tromso’ dan ’Sub Sea Tunnell’ atau Tromsøysund Tunnel (dalam bahasa Norwegia: Tromsøysundtunnelen) yaitu sebuah jalan toll dibawah laut yang menghubungkan pulau Tromsøya dengan daratan utama Norway di wilayah Tromsodalen, Terowongan itu adalah bagian dari Route jaringan jalan toll Eropa E-8, terdiri atas 2 jalur terowongan yaitu T-1 sepanjang 3,5 kilometer dan T-1 sepanjang 3,386 kilometer.

Titik terdangkal terowongan dari dasar laut berada 102 meter dibawah permukaan laut, dengan maksimum kemiringan terowongan hanya 8,2 %. Dua jalur terowongan itu juga terhubungan dengan 15 jalur jalan lain, menghubungkan kawasan sub-urban padat penduduk yaitu Tromsodalen dan Kroken.
Terowongan itu diresmikan tahun 1994 berada di sebalah utara jembatan Tromso ‘Tromsobrua brigde’ dan berada di bawah University Tromso dan Rumah Sakit University Norwegia Utara.
Bagi orang awam terowongan ini berfungsi sebagai subway biasa. Namun ternyata, pada saat ’krisis’ terowongan itu bisa difungsikan sebagai ’bunker’ untuk perlindungan.

Didalam ’tunnell’ itu ada lorong-lorong dan gudang-gudang tertentu untuk menyimpan logistik. Dalam kondisi ’darurat’ misalnya bencana alam atau ’perang nuklir’ warga kota Tromso akan segera masuk kedalam terowongan ini yang cukup menampung sampai 2,000 mobil dan didalamnya sudah tersedia kebutuhan logistik seperti air, obat obatan dan bahan pangan sampai beberapa bulan.
Sayangnya ketika melewati ’Tromso tunnell’ ini si pemandu kami menyetir mobil dengan kecepatan cukup tinggi alias ’ngebut’ sehingga kawanku Mayor Udara (Lek) Bima Aryasena tak sempat ambil gambar. Mungkin itu strategy dia agar kami tak bisa mengambil dokumentasi didalam bunker-bunker itu kecuali hanya mulut tunnell-nya saja.

Di dalam tunnell terlihat penunjuk arah dan kode kode tertentu yang hanya warga kota Tromso ini yang tahu. Mungkin ide ’Tromso bunker’ itu muncul setelah timbulnya kemacetan di pulau kecil Tromso dan ’sejarah masalalu’ dimana beberapa kota di Norwegia utara diserang oleh rudal-rudal dan pesawat-pesawat bomber angkatan udara Jerman pada masa perang dunia kedua yang menimbulkan banyak korban jiwa.

Senin, 24 Mei 2010

Sydpissen dan Lafadz Allah



Tak seperti kunjunganku pertama kali di kota Tromso yaitu menginap di hotel 'berkelas internasional' depan pelabuhan Tromso. Kunjungan kedua kali ini aku menginap di losmen yang cukup murah yaitu di Sydpissen hotel, dengan tarif 130 USD per-malam, untuk type kamar triple bed. Sydpissen berarti ’ujung selatan’, karena letaknya memang persis diujung selatan pulau Tromso. Sydpissen adalah losmen atau hotel kecil yang sebelumnya adalah barak militer pada masa perang dingin. Kerna jarang dipergunakan lagi untuk tamu tamu militer sesama negara NATO maka barak itupun dipermak menjadi hotel sekelas hotel melati. Fasilitas kamar dihotel itupun sangat sederhana, namun cukup antik dan unik karena perabotannya terbuat dari kayu atau besi.

Hotel ini terletak persis diujung selatan pulau Tromso yang berhadapan langsung dengan pantai yang landai. Angin diluar hotel sangat dingin bagi kami ’pendatang dari tropis ini’ karena bulan bulan ini adalah musim peralihan ke musim dingin sehingga cuaca selalu gelap oleh mendung dan hujan. Namun kami memaksakan diri melihat lihat suasana pantai yang terletak persis dibelakang hotel Sydpissen ini.

Tak jauh diseberang pulau di belakang teras hotel Sydpissen, tempat kami tinggal ada Fjord berupa gunung salju yang cukup curam. Pada bulan Oktober ini, adalah musim peralihan dari musim summer ke musim winter. Cuaca cepat berubah, langit selalu gelap oleh mendung, banyak hujan dan salju mulai turun di beberapa lokasi. Berbeda dengan kunjungan pertamaku di kota Tromso ini pada musim summer suasana tampak cerah bermandikan cahaya matahari.
-------------
Diseberang laut ada sebuah gunung 'Lyngen Alps' yang tak terlalu tinggi.
Gunung itu mulai tertutup lapisan salju, walau sebagian masih terlihat batu batunya yang berwarna gelap. Variasi warna batu dan salju yang kontrast membentuk mozaik lukisan- lukisan alam yang cantik dan indah.

Setelah kuamati dengan seksama...Subhanallah .tampak bahwa ornament lukisan salju di gunung itu membentuk kaligrafi yang sangat kukenal...tertulis di punggung gunung ’Lyngen Alps’ itu lafadz...’Allah’...masyaAlah..Allhu akbar..hati dan bibirku bergetar...dan aku bertakbir dalam hati. Mungkin hari hari itu aku agak sensisitif karena baru beberapa melewati ulang tahunku ke 40 dirantau bertepatan dengan aku menginap di Bandara Frankfurt.
Bagaimanapun juga, fenomena alam itu membuatku merasa 'takjub'. Secara halus aku merasa disapa Allah SWT. Aku merasa fenomena alam itu suatu sapaan dan ’peringatan’ khususnya padaku bahwa usiaku tidak muda lagi, harus lebih rajin beribadah dan beramal.

Suhu sekelililngku berkisar 5 derajad celsius namun angin yang berhembus dari awan awan rendah kutub itu membuat suhu menjadi lebih dingin.
Wuuuuuzzzz angin dingin...dari awan-awan kutub menerpa muka dan tanganku, langsung berubah menjadi lapisan es tipis yang segera mengering...! Allahu..akbar..Subhannallah. Aku berjanji dalam hatiku bila diberi kesempatan aku akan mengunjungi ...rumah-Allah di Makkah !