Selasa, 29 Juni 2010

Souvenir 'VIKING'





Sebelum meninggalkan Tromso aku sempatkan mengunjungi ‘Tromso Gift-Souvenir Shop’ di kawasan pelabuhan Tromso. Melihat lihat aneka souvenir khas Norway, sesuai dengan selera dan kantongku. Kebetulan penjaga toko, sebut saja namanya ‘Ole’ cukup ramah, dan enak diajak ngobrol. Dia bercerita pernah mengunjungi Bali, kenal akrab seorang musisi jazz Bali, Rudi Bahalawan. Mataku tertumbuk pada dua souvenir menarik yaitu ; ‘pedang’ dan ‘helm Viking’. Terbayang bagaimana suporter bola di Indonesia juga memakai berbagai ornament khas Viking seperti ‘topi bertanduk’ ala Viking seperti dipakai suporter PERSIB. Mungkin mereka para suporter itu secara latah ingin meniru semangat tempur ‘bangsa Viking’ yang terkenal pada abad ke 8 sampai 10 Masehi.

Ornamen Viking berupa ‘Helm Bertanduk’ sebenarnya merupakan tiga representasi helm - dengan tonjolan yang mungkin bergaya gagak, ular atau tanduk. – Catatan sejarah menunjukkan sebenarnya tidak ada gambaran helm prajurit Viking yang pasti karena tak ada helm Viking diawetkan secara utuh, karena konon terbuat dari bahan tanduk atau kulit hewan.

Para sejarawan percaya bahwa prajurit Viking tidak menggunakan helm bertanduk. Namun, apakah mungkin ada helm seperti itu digunakan dalam budaya Skandinavia untuk keperluan lain seperti ritual misalnya, tetap belum bisa dibuktikan. Kelatahan umum adalah bahwa prajurit Viking memakai helm bertanduk diumumkan oleh kolektor barang antik pada abad ke-19 dari Götiska Förbundet (yang didirikan pada tahun 1811 di Stockholm, Swedia). Mereka mempromosikan penggunaan mitologi Nordik sebagai subyek seni tinggi dan bertujuan etnologis dan moral lainnya bagi bangsa Scandinavia. Vikings sering digambarkan dengan ‘helm bersayap’ dan pakaian lain yang diambil dari zaman klasik, terutama dalam penggambaran ‘dewa Norse’. Hal ini dilakukan dalam rangka melegitimasi dan mitologi Viking mereka dengan menghubungkan dengan dunia klasik yang telah lama dijunjung tinggi dalam kebudayaan Eropa. Dan upaya promosi itu terbukti ampuh memperkenalkan 'icon' budaya Viking Scandinavia keseluruh dunia. Banyak tokoh Viking dikenal orang seperti Erricson, Ragnarock, Bulliwift dll.

Pedang Viking, berbentuk spatha, berkembang dari pedang Periode Migrasi pada abad ke 8, dan berkembang menjadi pedang ksatria klasik pada abad ke-11. Selama jaman Viking, pedang tumbuh sedikit lebih panjang 930 mm (36,6 inchi) dan meruncing pada bagian distal. Pedang Viking umumnya berbentuk seperti pisau Fuller yang panjang, dengan gagang tunggal-tangan yang sported sebuah lobed (atau tiga bua) sebagai pemukul yang fleksibel. Dengan bentuk seperti itu pedang Viking cukup ringan, dan memungkinkan pedang untuk diayunkan lebih cepat dan lebih keras pukulannya.
Namun pedang juga bisa dibengkokkan dengan lembut, dan mampu mematahkan tulang saat dipukulkan.

Pola dan desain gagang "pedang Viking" amat populer diseluruh benua Eropa antara 700-1000 Masehi dengan sedikit variasi. Pedang adalah senjata yang paling populer pada jaman Viking. Namun dalam perang, kapak adalah senjata yang paling disukai di antara para Viking karena senjata ini lebih mudah dan murah untuk dibuat. Senjata pada jaman Viking juga menggambarkan status sosial dan peringkat dalam keprajuritan. Hanya goðar Viking kaya, Jarls, yang bebas memegang pedang berbentuk apapun, sementara ‘warga kehormatan’ lebih cenderung untuk membawa kapak atau tombak.

Bingung memilih souvenir. Setelah kupikir pikir, perjalananku masih jauh, jadi akan sangat repot apabila membawa banyak barang. Pasti aku menemui banyak kendala di pabean apabila aku membawa ‘souvenir’ berupa senjata tajam karena bandara di Eropa terkenal sangat ketat dan galak dengan hal hal berbau 'terorist'. Bisa bisa aku ditangkap 'airport security' karena dikira ‘terorist’ yang mau membajak pesawat. Apalagi harga seouvenir itu mencapai beberapa ratus USD. Akhirnya, kuputuskan membeli aneka stiker, kompas, gantungan kunci, pisau lipat ‘Viking’ dan puluhan postcard. Ditambah beberapa souvenir hadiah dari TSS berupa ‘Glass Polar Bear’, kaos, buku-buku sains, buku cerita anak, boneka Troll, CD Film Tentang Norway dan jaket 'musim dingin' berlogo ‘Spacetec’. Cukuplah souvenir 'Viking' koleksiku.

Selasa, 15 Juni 2010

Maskot Piala Dunia 2010



Salah satu maskot pada atraksi pembukaan pesta Piala Dunia adalah atraksi ’Dung Beetle’, kumbang Scarab atau kumbang kotoran (‘Engkis’ dalam bahasa Jawa). Serangga ini hidup di berbagai habitat berbeda mulai gurun, lahan pertanian, hutan, dan padang rumput. Mereka ditemukan di semua benua kecuali Antartika. Kumbang Scarab memakan kotoran diekskresikan oleh herbivora dan omnivora, juga memakan jamur dan daun membusuk dan buah-buahan. Pemakan kotoran ini tidak perlu makan atau minum apa pun, karena kotoran cukup menyediakan semua nutrisi yang diperlukannya.

Kebanyakan kumbang kotoran mencari makan menggunakan indra sensitif penciuman mereka.
Beberapa spesies yang lebih kecil hanya menempel pada hewan penyedia kotoran-untuk menunggu rejeki mereka. Setelah menangkap kotoran, seekor kumbang Scarab akan menggulingkan bola kotoran mengikuti garis lurus meskipun ada rintangan. Kadang-kadang kumbang kotoran mencoba untuk mencuri bola kotoran kumbang lain. Sehingga kumbang kotoran harus bergerak cepat dari tumpukan kotoran dengan menggulingkan bola kotoran mereka untuk mencegah dari kumbang pembajak.

Kumbang Dung ini dapat menggelelindingkan beban hingga 50 kali berat badan mereka.
Seekor species Taurus onthophagus jantan bahkan mampu menarik 1.141 kali berat tubuh mereka sendiri, setara dengan rata-rata apabila orang menarik enam bus double-decker penuh orang.
Pada tahun 2003, peneliti menemukan bahwa satu spesies kumbang kotoran (Scarabaeus Afrika zambesianus) menavigasi oleh menggunakan pola polarisasi di bawah sinar bulan. Penemuan ini merupakan bukti pertama bahwa binatangpun dapat menggunakan polarisasi sinar bulan untuk orientasi arah.

Kumbang ’Dung’ memainkan peran luar biasa di bidang pertanian. Dengan mengubur dan memakan kotoran, mereka memperbaiki daur ulang hara dan struktur tanah. Mereka juga melindungi ternak, seperti sapi, dengan membuang kotoran yang jika dibiarkan bisa memberikan habitat bagi hama seperti lalat penyebar penyakit. Oleh karena itu, banyak negara telah memperkenalkan makhluk ini untuk kepentingan peternakan. Dewasa ini dikenal ada 23 spesies kumbang Dung, terutama Gazella Onthophagus dan Intermedius Euoniticellus, yang telah dimanfaatkan untuk peningkatan kualitas dan kesuburan padang rumput sapi Australia, bersama dengan penurunan populasi lalat berbisa mencapai 90 % . Di negara-negara berkembang, kumbang ini sangat penting sebagai tambahan untuk meningkatkan standar kebersihan. American Institute of Biological Sciences melaporakn bahwa kumbang kotoran membantu penghematan industri peternakan Amerika Serikat mencapai US $ 380 juta per tahun melalui pembersihan kotoran ternak di atas tanah.

Di China, kumbang kotoran, disebut 'Qianglang', digunakan dalam pengobatan herbal Cina. Hal ini dicatat di bagian "Serangga" dari Compendium Materia Medica, di mana dianjurkan untuk membantu penyembuhan sekitar 10 penyakit.

Beberapa spesies kumbang kotoran, terutama spesies 'Sacer Scarabaeus' (sering disebut sebagai Scarab suci), menikmati status yang suci di antara orang-orang Mesir kuno, juga Romawi . Kehebatan kumbang Scarab bisa kita kita lihat dalam film-film Holywood ‘The Mummy’, dimana kumbang Scarab ini menjaga 'Mummy' di piramid dari jarahan manusia, karena mereka bisa membunuh manusia dengan menembus badan manusia untuk memakan dagingnya.
Subhannallah.Tak ada satu mahluk-pun diciptakan Allah SWT dengan sia sia...

Senin, 07 Juni 2010

POLAR Museum




Kondisi ekologi pulau Tromso yang unik yaitu selalu ada supplay arus laut hangat, membuat kawasan ini dihuni nenek moyang manusia sejak lama.
Catatan sejarah antropology menunjukkan, manusia sudah menghuni wilayah ini lebih dari 10 ribu tahun lalu. Hal itu dibuktikan dengan adanya berbagai ’ornament lukisan’ manusia berusia sangat tua di gua-gua bekas tempat tinggal manusia sejak jaman Neanderthal. Masih eksisnya suku tradisional ‘Samii’ menunjukkan harmony kehidupan antara manusia modern dan suku-suku tradisional yang berusia sangat tua.

Untuk mengenal lebih dekat berbagai peninggalan arkeologi, ekologi dan biologi kondisi kutub utara (dan Antartika) kita tak perlu pergi ke kepulauan Svarbard atau ke Antartika. Anda cukup mengunjungi Polar Museum dan Polaria di kota Tromso.
Di wahana Polaria, sebuah petualangan kutub disajikan oleh Institut Polar Norwegia.
Polaria menyuguhkan petualangan kutub melalui film 3 dimensi karya Ivo Caprino dari Svalbard ditampilkan pada 5 buah layar lebar. Juga ditampilkan akuarium terbesar di Eropa berisi aneka makhluk laut kutub aneka ikan aneh dan kepiting raksasa serta anjing laut kutub.

Polaria diresmikan Mei 1998, dirancang untuk menjadi pengalaman pendidikan lingkungan khususnya bagi anak-anak.atau wisatawan. Sebagian besar wahana polaria menampilkan fokus di pulau utara dari Svalbard. Lima layar bioskop Polaria berisi panorama dan kisah petualangan di kutub utara (Artic) dan kutub selatan (Antartica). Wahana polaria juga menampilkan peralatan eksplorasi kutub, boneka binatang dan simulasi permafrost.

Rangkaian akuarium konvensional banyak menampilkan aneka kehidupan laut dari sekitar Tromso dan spesies laut dalam dan kutub. Juga tangki tangki air laut berisi binatang khas pantai berbatu. Ikan dalam berbagai fase hidupnya dan pameran spesies dan produk ramah anak lain.
Pada bagian tengah adalah kolam terbuka yang berisi sekelompok Anjing laut berjenggot, Barbatus erignathus. Anjing laut kutub itu telah dilatih dan mampu menampilkan berbagai atraksi untuk hiburan masyarakat. Kandang anjing laut tsb dibuat mirip dengan alam aslinya dengan beberapa dinding dilengkapi kaca observasi sehingga pengunjung dapat melihat pada hewan dari berbagai sisi baik bawah, atas maupun samping sesuai dengan lingkungan alam mereka.

Museum Polar, Tromso terletak di dermaga menjadi titik awal dari ekspedisi kutub dan perjalanan yang penuh petualangan dari para petualang dunia yang terlibat dalam ekspedisi, dan tempat menyimpan peralatan yang digunakan ekspedisi tsb.
Di Polaria ada juga gambar dan boneka dari spesies hewan yang ditemukan di daerah tertutup salju seperti beruang kutub, penguin dan anjing laut kutub bahkan paus yang banyak ditemukan di sekitar wilayah ini.

Senin, 31 Mei 2010

Polar Night




Kunjunganku kedua ke Tromso Norwegia pada bulan Oktober, bertepatan dengan ulang tahunku ke-40. Pada bulan bulan itu banyak fenomena alam luar biasa yang bisa kusaksikan seperti ‘kaligrafi di gunung Lyngen Alps’ (seperti kuceritakan didepan) dan tak kalah menariknya adalah ‘polar night’ atau malam kutub dimana panjang malam bisa lebih dari 24 jam. ‘Polar night’ hanya terjadi di kawasan dalam lingkaran kutub, langit bertaburan cahaya bintang yang terang dan sangat indah serta bila beruntung kita bisa menyaksikan aurora. Fenomena ‘polar night’ merupakan kebalikan dari ‘Midnight Sun’ dimana matahari tetap di atas cakrawala untuk waktu yang lama dikenal sebagai matahari tengah malam pada bulan Mei. Fenoma alam menakjubkan pada saat ‘polar night’ adalah ‘aurora’ yaitu untaian cahaya di langit kutub (utara dan selatan) seperti kelambu atau selendang raksasa yang menari- nari berubah ubah bentuk dari waktu ke waktu. Cahaya aurora ternyata memperlihatkan dinamika pergerakan dan perubahan cahaya yang harmonis, seolah perubahan cahaya di kutub utara menjadi cermin dari perubahan cahaya di kutub selatan.

Aurora terbentuk karena interaksi partikel-partikel atmosfer bumi dengan partikel bermuatan ‘ion’ dari matahari yang disebut dengan plasma. plasma adalah partikel sejenis gas yang terionisasi. Semula gas-gas itu tidak bermuatan, tetapi karena suhu yang sangat panas di matahari menyebabkan partikel gas terionisasi membentuk ‘plasma’. Plasma ini dipancarkan matahari ke segala arah (biasanya pada saat terjadi peningkatan aktivitas matahari maka pancaran plasma bertambah). Ketika mendekati medan magnet bumi (yang terpusat di kutub utara dan selatan) maka plasma akan tertarik ke kutub-kutub bumi (gejala ini disebut “angin matahari”-solar wind). Saat bertemu dengan partikel atmosfer bumi terjadi eksitasi-relaksasi elektron sehingga memendarkan warna cahaya yang indah.

Fenomena aurora terkait dengan selubung medan magnet -magnetosfer Bumi- dan kemunculan bahaya gelombang elektromagnetik dari Matahari. Semakin kuat dan lama cahaya aurora, dapat diperkirakan semakin kuat gangguan dari Matahari yang dikenal sebagai badai matahari ’solar storm’. Karena yang berperan adalah medan magnet. Makanya di bumi aurora paling sering terjadi di daerah di sekitar kutub utara dan kutub selatan magnetiknya, dan sangat jarang terjadi di daerah katulistiwa. Aurora yang terkenal adalah Aurora Borealis (di kutub utara) dan Aurora Australis (di kutub selatan).
Cahaya kutub ’polar light’ terjadi karena adanya aliran partikel energi tinggi dari Matahari yang memasuki kawasan kutub-kutub medan magnet Bumi. Gangguan pada medan magnet Bumi ini dinamakan magnetic storm (badai magnet). Aurora juga bisa muncul bila terjadi fenomena lanjutan pada magnetosfer yang dikenal sebagai magnetic sub-storm. Peristiwa ini memunculkan aurora oval di kutub-kutub Bumi yang simetri satu sama lain. Meski fenomena ini telah diduga oleh para ahli sejak lama, bukti observasi baru diperoleh pada tahun 2001 melalui pengamatan satelit NASA.

Umumnya polar light yang muncul berwarna hijau kekuningan, karena bagian partikel yang membawa energi berbenturan dengan molekul gas oksigen yang berjarak 20 km dari permukaan bumi. Ketika molekul gas nitrogen mendapat benturan partikel, akan memancarkan cahaya ungu kemerahan. Nitrogen, akan memancarkan cahaya biru: sedangkan nitrogen netral akan memancarkan cahaya merah. Karenanya kita dapat melihat garis cahaya merah, biru, hijau dan ungu yang berselang-seling menyelimuti angkasa. Bahkan aurora yang indah cermerlang memperlihatkan bentuk yang selalu berubah, ada yang berbentuk tirai, busur, pita, sinar dan bahkan kaligrafi atau bentuk lainnya.
Munculnya aurora memiliki dua prasyarat, pertama suhu harus rendah. kedua, cuaca harus cerah. Sejumlah besar negara di dunia juga kerap akan tampak aurora, di antaranya termasuk Norwegia, Rusia, Finlandia, Kanada bagian utara, Alaska dan AS bagian Utara. Aurora biasa muncul setiap tahun pada bulan April dan Oktober.

Dampak psikologis, masa-masa ‘polar night’ dapat memicu depresi pada beberapa orang. Orang yang menderita gangguan afektif musiman ‘Seasonal affective disorder’ (SAD) sangat rentan terhadap kondisi ini. Karena itu angka ‘bunuh diri’ dikawasan lingkar kutub utara ini cukup tinggi yang kemungkinan disebabkan sindroma ini. Karenanya beberapa negara kaya memberikan subsidi bagi warganya untuk melancong ke kawasan tropika pada musim musim itu agar rakyatnya tidak terus menerus mengalami depressi karena kondisi alam.

Jumat, 28 Mei 2010

Midnight Sun




Salah satu ‘event favorite’ bulan Mei diplanet bumi adalah menyaksikan ‘Midnight Sun’-matahari tengah malam-. Matahari tengah malam adalah fenomena alam yang terjadi pada bulan-bulan musim panas (summer) di lintang utara dekat Lingkaran Arktik (kutub utara) dimana matahari masih terlihat di tengah malam pada waktu lokal apabila cuaca cerah. Pada bulan Mei ini banyak sekali turis Asia, Eropa Tengah akan berkunjung ke ujung utara bumi itu untuk menyaksikan fenomena alam tsb. Salah satu kota tujuan untuk wisata ‘Midnight Sun’ itu adalah Tromso, Bodo, Hammerfest dan Nordkapp. Tromso adalah kota besar terakhir sebelum memasuki kawasan lingkaran kutub utara. Kota ini terletak 69°40′ Lintang Utara, dan hanya berjarak 350 km dari situ. Pada setiap bulan Mei, matahari akan tenggelam dan langsung terbit di cakrwala kota Tromso. Nah turis-turis mancanegara biasanya berdatangan pada bulan bulan ini.

Pada bulan-bulan Mei sampai Juni suhu udara Kota Tromso paling hangat bisa mencapai 15°C yang merupakan ’hari terpanas’ di kawasan itu. Pada musim itu biasanya warga Tromso akan ’buka baju’ untuk berjemur menikmati musim panas terik matahari yang cukup langka di kawasan itu, dan banyak festival diselenggarakan di kota itu.

Sementara di Svalbard , Norwegia, yang dihuni wilayah utara Eropa, tidak ada matahari terbenam pada tanggal 19 April - 23 Agustus. Lokasi ini merupakan situs ekstrim di mana matahari dapat terus terlihat selama satu tahun. Fenomena yang sebaliknya adalah ’polar night’-malam kutub terjadi di musim dingin ketika matahari tak terlihat sama sekali karena tetap di bawah cakrawala sepanjang hari. Kebetulan aku pernah duakali mengunjunginya pada musim summer dan winter sehingga tahu persis suasana ’kontrast’ kedua musim itu di kawasan bumi paling utara.

Nah, saat ini delegasi Presiden RI tengah mengikuti konferensi Kehutanan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan berkunjung ke Norwegia pada tanggal 25 sampai 28 Mei. Kunjungan ini dalam rangkat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim bidang Kehutanan. Apabila beruntung dan sempat rombongan delegasi itu bisa ber-ekowisata menonton ’Midnight Sun’ itu yang berjarak sekitar 3 jam penerbangan dari Oslo, ibukota Norwegia.

Tromso Sound Tunnell




Pada kunjungan kedua ke Norwegia, aku dan dua orang kawanku memenuhi undangan Departmen Pertahanan Norway sehingga kami diperlakukan juga sebagai ’defence officer’. Kami dinapkan di ’sydpissen barrack hotel’ sebuah losmen untuk anggota militer NATO di ujung selatan pulau Tromso.

Pada hari pertama, kami diajak jalan jalan keliling kota Tromso oleh Einar gronas, pemandu kami dari TSS-Tromso Satellite Station. Saat kunjungan kedua kali di kota Tromso, kami ditunjukkan beberapa rahasia kota Tromso ini diantaranya ’Tunnell of Tromso’ dan ’Sub Sea Tunnell’ atau Tromsøysund Tunnel (dalam bahasa Norwegia: Tromsøysundtunnelen) yaitu sebuah jalan toll dibawah laut yang menghubungkan pulau Tromsøya dengan daratan utama Norway di wilayah Tromsodalen, Terowongan itu adalah bagian dari Route jaringan jalan toll Eropa E-8, terdiri atas 2 jalur terowongan yaitu T-1 sepanjang 3,5 kilometer dan T-1 sepanjang 3,386 kilometer.

Titik terdangkal terowongan dari dasar laut berada 102 meter dibawah permukaan laut, dengan maksimum kemiringan terowongan hanya 8,2 %. Dua jalur terowongan itu juga terhubungan dengan 15 jalur jalan lain, menghubungkan kawasan sub-urban padat penduduk yaitu Tromsodalen dan Kroken.
Terowongan itu diresmikan tahun 1994 berada di sebalah utara jembatan Tromso ‘Tromsobrua brigde’ dan berada di bawah University Tromso dan Rumah Sakit University Norwegia Utara.
Bagi orang awam terowongan ini berfungsi sebagai subway biasa. Namun ternyata, pada saat ’krisis’ terowongan itu bisa difungsikan sebagai ’bunker’ untuk perlindungan.

Didalam ’tunnell’ itu ada lorong-lorong dan gudang-gudang tertentu untuk menyimpan logistik. Dalam kondisi ’darurat’ misalnya bencana alam atau ’perang nuklir’ warga kota Tromso akan segera masuk kedalam terowongan ini yang cukup menampung sampai 2,000 mobil dan didalamnya sudah tersedia kebutuhan logistik seperti air, obat obatan dan bahan pangan sampai beberapa bulan.
Sayangnya ketika melewati ’Tromso tunnell’ ini si pemandu kami menyetir mobil dengan kecepatan cukup tinggi alias ’ngebut’ sehingga kawanku Mayor Udara (Lek) Bima Aryasena tak sempat ambil gambar. Mungkin itu strategy dia agar kami tak bisa mengambil dokumentasi didalam bunker-bunker itu kecuali hanya mulut tunnell-nya saja.

Di dalam tunnell terlihat penunjuk arah dan kode kode tertentu yang hanya warga kota Tromso ini yang tahu. Mungkin ide ’Tromso bunker’ itu muncul setelah timbulnya kemacetan di pulau kecil Tromso dan ’sejarah masalalu’ dimana beberapa kota di Norwegia utara diserang oleh rudal-rudal dan pesawat-pesawat bomber angkatan udara Jerman pada masa perang dunia kedua yang menimbulkan banyak korban jiwa.

Senin, 24 Mei 2010

Sydpissen dan Lafadz Allah



Tak seperti kunjunganku pertama kali di kota Tromso yaitu menginap di hotel 'berkelas internasional' depan pelabuhan Tromso. Kunjungan kedua kali ini aku menginap di losmen yang cukup murah yaitu di Sydpissen hotel, dengan tarif 130 USD per-malam, untuk type kamar triple bed. Sydpissen berarti ’ujung selatan’, karena letaknya memang persis diujung selatan pulau Tromso. Sydpissen adalah losmen atau hotel kecil yang sebelumnya adalah barak militer pada masa perang dingin. Kerna jarang dipergunakan lagi untuk tamu tamu militer sesama negara NATO maka barak itupun dipermak menjadi hotel sekelas hotel melati. Fasilitas kamar dihotel itupun sangat sederhana, namun cukup antik dan unik karena perabotannya terbuat dari kayu atau besi.

Hotel ini terletak persis diujung selatan pulau Tromso yang berhadapan langsung dengan pantai yang landai. Angin diluar hotel sangat dingin bagi kami ’pendatang dari tropis ini’ karena bulan bulan ini adalah musim peralihan ke musim dingin sehingga cuaca selalu gelap oleh mendung dan hujan. Namun kami memaksakan diri melihat lihat suasana pantai yang terletak persis dibelakang hotel Sydpissen ini.

Tak jauh diseberang pulau di belakang teras hotel Sydpissen, tempat kami tinggal ada Fjord berupa gunung salju yang cukup curam. Pada bulan Oktober ini, adalah musim peralihan dari musim summer ke musim winter. Cuaca cepat berubah, langit selalu gelap oleh mendung, banyak hujan dan salju mulai turun di beberapa lokasi. Berbeda dengan kunjungan pertamaku di kota Tromso ini pada musim summer suasana tampak cerah bermandikan cahaya matahari.
-------------
Diseberang laut ada sebuah gunung 'Lyngen Alps' yang tak terlalu tinggi.
Gunung itu mulai tertutup lapisan salju, walau sebagian masih terlihat batu batunya yang berwarna gelap. Variasi warna batu dan salju yang kontrast membentuk mozaik lukisan- lukisan alam yang cantik dan indah.

Setelah kuamati dengan seksama...Subhanallah .tampak bahwa ornament lukisan salju di gunung itu membentuk kaligrafi yang sangat kukenal...tertulis di punggung gunung ’Lyngen Alps’ itu lafadz...’Allah’...masyaAlah..Allhu akbar..hati dan bibirku bergetar...dan aku bertakbir dalam hati. Mungkin hari hari itu aku agak sensisitif karena baru beberapa melewati ulang tahunku ke 40 dirantau bertepatan dengan aku menginap di Bandara Frankfurt.
Bagaimanapun juga, fenomena alam itu membuatku merasa 'takjub'. Secara halus aku merasa disapa Allah SWT. Aku merasa fenomena alam itu suatu sapaan dan ’peringatan’ khususnya padaku bahwa usiaku tidak muda lagi, harus lebih rajin beribadah dan beramal.

Suhu sekelililngku berkisar 5 derajad celsius namun angin yang berhembus dari awan awan rendah kutub itu membuat suhu menjadi lebih dingin.
Wuuuuuzzzz angin dingin...dari awan-awan kutub menerpa muka dan tanganku, langsung berubah menjadi lapisan es tipis yang segera mengering...! Allahu..akbar..Subhannallah. Aku berjanji dalam hatiku bila diberi kesempatan aku akan mengunjungi ...rumah-Allah di Makkah !

Jumat, 21 Mei 2010

Birthday in Frankfurt



Perjalanan menuju Frankfurt dengan Airbus A330 Emirates cukup panjang dan melelahkan sekitar 8 jam perjalanan. Kawan seperjalanku adalah Sully, seorang gadis Amerika keturunan India kelas tiga SMA International School di New Delhi. Sully pergi dengan bersepuluh orang yang akan berstudy tour ke beberapa kota di Germany. Sambil menonton film, aku mengobrol kesana kemari dengannya. Kuceritakan padanya bahwa aku pernah kuliah di German pada tahun 1999 walau Cuma tahan beberapa bulan dan tak sampai selesei.

Sampai di Frankfurt waktu sudah menunjukkan pukul 15.00 waktu setempat padahal sedianya jadwal terakhir pesawat ke Oslo adalah jam 22.00 waktu Germany. Dengan tergesa kami segera mencari ’apron’ gate pemberangkatan yang agak jauh dengan menaiki fasilitas KRL bandara.
Setelah mondar mandir kesana kemari di ’apron’ departure akhirnya kami mendapati gate maskapai SAS menuju OSLO sebagai satu satunya penerbangan menuju Eropa utara sebelah barat.
Sebelum masuk saya sempatkan mencari Musholla, namun tak ketemu. Akhirnya sebuah ruangan kecil tempat ibadah bagi orang Yahudi dan Nasrani (Sinagog). Di ruang itu aku sholat jamak dengan beralaskan koran. Sisa waktu transit hanya kami pakai melihat lihat aneka barang yang ditampilkan di ’duty free’ shop, namun kami tak membeli sesuatupun karena uang saku kami benar benar terbatas.
Dua jam sebelum keberangkatan kami segera boarding. Setelah melewati pemeriksaan pabean kami segera masuk ke ruang tunggu SAS. Setelah menunggu beberapa jam sampai jam 21.00 ternyata pesawat kami belum juga tiba. Kami dan para penumpang lain mulai gelisah.
Ada satu lagi ketakutan berkecamuk dalam hatiku yaitu apabila kami harus mengeluarkan ’biaya ekstra’ untuk tiket selanjutnya karena dari Oslo kami masih harus terbang ke Tromso di utara sekitar 2 jam lagi, sementara jam 21.30 kami belum berangkat dari Frankfurt,

Rasa takut, capek, lapar dan bingung bercampur aduk, membuatku gelisah temanku (Mayor Bima) mondar mandir keluar masuk bandara Frankfurt. Biasa. Kalau sudah nervous dia tak bisa tahan lagi, harus segera merokok. Padahal jarak ’smoking area’ ke ruang tunggu SAS cukup jauh.
Menunggu beberapa jam di bandara Frankfurt membuatku tak bisa ’duduk’ diam. Iseng-iseng aku inisiatif mencari counter Emirates ’STAR Alliance’- dan bertanya ke counter Luftansa di bandara Frankfurt. Dengan berbicara campuran Inggris dan German saya jelaskan perihal tiket kami dan kekawatiran kami apabila harus keluar biaya ekstra.

’Eintschuldigen Sie bitte-Permisi’,
’kami penumpang dari Jakarta menuju Tromso’.
’Apakah masih ada penerbangan buat kami malam ini?
Waitress di counter itu tersenyum sambil menjawab:
’Ah...kami sangat menyesal,
penerbangan ke Oslo terlambat hampir 4 jam,
sehingga dibatalkan! Katanya menjelaskan...!
tak seperti layanan penerbangan lokal yang sering kualami.
Perilaku waitrees petugas counter tsb sangat ramah dan simpatik.
’Karena pembatalan dilakukan oleh STAR alliance..
Maka kami akan meenggantinya dengan tiket baru
untuk pemberangkatan besok pagi.
’kemudian malam ini anda akan diinapkan di Sheraton Frankfurt
atas tanggungan STAR alliance’...
’danke..’......’danke schon’
Wah aku gembira sekali mendengarnya

Kami mendapat ’ganti rugi’ menginap di Sheraton Airport Frankfurt atas tanggungan SAS senilai 270 USD atau sekitar 3 juta rupiah untuk kurs rupiah waktu itu, masing masing nama mendapat jatah satu kamar.
Selanjutnya waitrees itu juga menyerahkan tiket baru untuk penerbangan besok jam 07.00 kami mendapatkan tiket baru untuk penerbangan kami selanjutnya dengan pesawat maskapai Luftansa.
Dia segera mengontak bagian luggage untuk segera mengeluarkan barang-barang kami dari pesawat.
Alhamdulillah rupanya ini merupakan berkah hadiah ultahku karena pada hari itu pas hari ulang tahunku ke 40, dan hanya aku sendiri yang tahu sementara 2 temanku tak ada yang tahu.
Ahh...kami bisa bernapas lega, dijamu menginap gratis di hotel bintang 5 di Sheraton Frankfurt.
Dalam hati saya hanya menebak nebak, apakah karena kami Undangan dari Kementrian Pertahanan Norwegia sehingga kami mendapatkan layanan bagus atau ini memang service standard dari maskapai penerbangan di Eropa. Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam hati saya tak diketahui oleh dua orang rekan saya.
’Wah sering sering aja nih pesawatnya telat kalau gini,
bisa dapat banyak fasilitas gratis ..! Celetuk kawanku Bima seorang Mayor TNI AU.

---------
Esok paginya kami sarapan gratis di hotel Sheraton Frankfurt, kemudian segera check out dari hotel tanpa ditanya atau diperiksa oleh petugas hotel.
Kami bersiap berangkat dengan maskapai Luftansa. Tak seperti biasanya maskapai Eropa pramugarinya tua tua, pada saat itu kami di layani oleh pramugari yang muda muda dan cantik-cantik tentunya.
Ada seorang pramugari cantik yang sangat ramah, menawari kami ini dan itu makanan dan minuman. Biasa menu favorit saya selalu ’chicken’ dan orange juice.
Jane, demikian ’name-tag’ di seragam pramugari itu, kalau ngomong selalu mendekat, sangat dekat kewajahku...wah godaan nih kataku dalam hati. Pramugari ini kelihatannya blasteran Eropa Asia karena rambutnya hitam, hanya kulitnya saja yang putih sementara pramugari lainnya berambut blonde.
Dua kawanku juga merasa sama dan mereka Cuma tertawa tawa saja. Ga berani ngajak ngobrol lebih jauh dengan si Jane pramugari Luftansa itu.

Cuaca di atas Eropa utara dari German ke Norwegia sangat cerah pagi itu. Kawanku Bima, seorang Mayor TNI AU selalu setia dengan kameranya yang mengambil obyek bagus di sekitar kabin dan jendela pesawat. Sampai di atas Oslo cuaca sangat berkabut, bahkan bandaranya tak terlihat sama sekali, namun pesawat kami berhasil mendarat dengan mulus.
Di bandara Oslo kami segera bergegas mencari ’apron’ penerbangan domestik menuju Tromso.
Sesampai di Tromso, kondisi cuaca sangat berbeda dengan kunjunganku pertama kali beberapa bulan lalu, disana sini salju mulai turun dan suhu di kota ini sudah mencapai dibawah nol derajad kalau malam.
Kami dijemput oleh staff TSS yang sudah kukenal sebelumnya Einar..gronas, karena si Tone schonberg kawanku pindah kerja dan pindah kota Bergen di Norway bagian selatan.

Dubai Airport-UAE



Dalam prosesi 'imigrasi dan pabean' untuk masuk ke penerbangan berikutnya menuju Frankfurt kami mengalami sedikit kelambatan karena pemeriksaan ekstra ketat yang sepertinya dicari cari oleh petugas security Bandara Dubai. Semua tas bawaanku diperiksa satu persatu dengan seksama.
Kelihatan sekali bahwa mereka sangat –under estmate- pada penumpang dari Indonesia yang dianggapnya hanya sekelas TKI atau pekerja informal lain di Timur Tengah.
Dari wajah dan namanya, petugas itu kelihatannya juga seorang imigran dari sebuah negara di wilayah Asia Selatan.
’Kamu ke Frankfurt mau ngapain? Mau cari kerja ya?
’Tunjukkan passport dan dokumen lain..?’, tanya petugas itu setengah membentak!
’Tidak, saya bertiga hanya berkunjung saja ke Norwegia,
ini surat undangan kami’, Saya sudah sering bolak balik ke Eropa
Saya dulunya bersekolah disana,
Beberapa bulan lalu saya juga baru pulang dari sana!’ jelasku.
Alis petugas itu mengernyit tanda kurang percaya!
Petugas security itu menunjukkan sikap wibawa yang dibuat buat dan menunjukkan sikap sombong.! Saya tunjukkan deretan catatan visa paspor lamaku padanya.

Dengan agak berat hati, petugas itu akhirnya meloloskan saya, dua kawan saya berikutnya juga lolos dengan tanpa banyak ditanya lagi !

Undangan DepHan Norway




Sore itu kami sekeluarga sedang dalam perjalanan mudik ke Jawa bersama ribuan pemudik lebaran 2007. Lalu lintas mudik sangat-sangat padat dan sering terjebak 'kemacetan total'. Setelah lepas dari ’macet total’ di Cikampek selama sembilan jam. Route perjalanan mudik dibuang melalui arah Bandung. Siang itu iring-iringan pemudik mulai kembali terjebak kemacetan di daerah Nagrek-Bandung.

Tiba tiba telponku berdering, di layar display tampil nomor nomor aneh. Sekilas terdengar seorang berbicara dalam bahasa Indonesia. Ternyata, seorang pejabat perwakilan KBRI di Oslo Norwegia, pak Heru Subolo namanya. Setelah berbasa basi sedikit, beliau memberitahukan bahwa ada Faksimile Undangan dari Kementrian Pertahanan Norwegia untuk mengunjungi fasilitas Pemantauan Keamanan Laut di kota Bodo Norwegia Utara.

Kami diminta segera mempersiapkan diri untuk berangkat segera setelah lebaran. Pihak KBRI Oslo berpesan bahwa mereka tidak bisa menemani selama di Norwegia. Mereka hanya berpesan bahwa fasilitas yang akan dikunjungi adalah fasilitas militer NATO dengan penjagaan ekstra ketat sehingga kami harus bisa menjaga diri.
Sebagai syarat Kementrian Pertahanan Norwegia cuma meminta nama dan tanggal lahir kami, tak ada permohonan lain seperti nomor identitas paspor dll.
Dalam sisa perjalanan pulang mudik itu saya menyetir dengan dipenuhi berbagai pertanyaan berkecamuk dalam kepala saya. Apakah mungkin saya bisa memenuhi undangan tersebut. Mendengar nama lokasinya yang asing itupun membuat saya ragu.
Kota ’Bodo’, seperti apa wujud kotanya, dimana persis lokasinya dll, terus terang itu baru pertama kali saya mendengar ada kota bernama se’aneh’ itu. Bagaimana cara kesana, apalagi kami pergi sendiri tanpa ada yang menemani, karena dari pihak KBRI sudah menyatakan tak akan ikut menemani.
-------
Lebaran hari ketiga saya dan keluarga segera balik ke Jakarta. Mumpung jalanan masih belum ramai pikirku. Sesampai di Jakarta saya segera mengurus keberangkatan ke Norwegia. Tiket, asuransi perjalanan, sedikit uang saku dan surat Jalan sudah ditangan namun saya belum memiliki visa. Sehari sebelum tanggal keberangkatan, visa kunjungan ke Schengen countries belum keluar. Padahal tiket kelas ekonomi pesawat Emirates sudah di tangan memaksa kami harus berangkat malam hari ini juga.
Pagi pagi saya bergegas mendatangi kedubes Norwegia di kawasan Mega Kuningan. Setelah dimulai dengan perdebatan yang alot, saya ngotot pada petugas visa untuk diijinkan menemui sekretaris dubes untuk meminta diberi visa kunjungan ke Norwegia. Setelah saya jelaskan dengan panjang lebar, akhirnya pihak kedubes memberi kami visa kunjungan selama 30 hari.
Malam harinya kami langsung berangkat menuju Norwegia dengan team terdiri dari 3 orang; saya sendiri, seorang Mayor TNI AU-'Abdullah' Bima Arya Sena dan Andri pancoro-Staff IT dari Lemsaneg-Lembaga Sandi Negara. Kami langsung menuju bandara Soekarna Hatta dari rumah masing masing, dengan visa dan tiket semua teman-teman ada di tangan saya. Dalam hati saya masih ada kekhawiran jangan jangan ada salah satu anggota team yang terlambat datang ke bandara, dan kekhawatiran itu hampir terbukti karena sang mayor hampir saja terlambat, dia terjebak kemacetan disekitar bandara Soekarno Hatta,
Tepat jam 23.05 WIB pesawat Boeing 777 Emirates membawa kami take off meninggalkan Jakarta menuju Dubai. Dalam kabin pesawat terlihat hampir dipenuhi para pekerja Indonesia di Timur Tengah. Di dalam kabin pesawat mataku tak bisa ditidurkan, sambil sesekali mengobrol dengan kawan seperjalanan disebelahku aku masih sempat menonton 2 film dalam perjalanan ini yaitu ’Mr.Bean Holiday’ dan ’In the front of Enemy lines 2’. Sekitar jam 5 pagi kami mendarat di Dubai dan akan segera berangkat lagi ke Frankfurt sekitar jam 11.00 waktu Dubai.

TROLL-SAT






Troll-Sat, adalah stasiun bumi milik KSPT-Kongsberg Spacetec Norway yang terletak di benua Antartica, disamping stasiun di McMurdo. Stasiun bumi ini terletak di puncak bukit di kawasan yang dinamai Queen Maud Land sejauh 250 km ke pedalaman benua es Antartica yang memiliki cuaca lebih stabil dibanding cuaca di pantai benua Antartica. Groundstation ini merupakan pengendali satellite polar LEO-Low Earth Orbit biasanya berupa satellite Earth Observation atau satellite mata-mata untuk kepentingan sains dan militer.

Groundstation ini beroperasi secara otomatis 24 jam / 7 hari dan dikendalikan dari dengan sistem ‘pole to pole’ dari station bumi di Sval-Sat dan TSS-Tromso Satellite Station yang terletak di Norway utara didekat kutub utara.
Groundstation ini memiliki processor MEOS-Multimission Earth Observation System, yang mampu melakukan downlink dan analisa citra satellite secara multimisi untuk satellite citra optis dan satelit radar-ASAR terutama milik ESA-badan antariksa Eropa dan NASA-badan antariksa USA, serta satelit satelit polar orbit lainnya.

Dalam observasi perubahan iklim global station bumi TrollSat dan KSAT-Kongsberg Satellite Service berperan sangat vital dalam memonitor pergerakan bongkahan pecahan benua es Antartica dan memberikan ‘Early warning’ bagi kapal-kapal dan wilayah sekitarnya.
Demikian pula stasiun bumi ini mampu memantau pencemaran minyak (oilspill) diseluruh perairan dunia dan mengakses data satellite cuaca untuk mendukung sistem peringatan dini bencana berupa badai dan cuaca ekstrim lain seperti kebakaran hutan dan bencana alam.

Jermaine Jackson - Next To You + Lyrics

Rabu, 31 Maret 2010

Norway dan Kesatria ke-13

Salah satu inspirasi kenapa aku ‘cinta’ pada negara Norway adalah petualangan Ahmad Ibnu Fadlan (diperankan Antonio Banderas)pada abad ke 9 Masehi dimana masa itu merupakan masa kejayaan kerajaan Bani Umayyah dalam film ‘The 13th Warrior’-Kesatria ke-13’. karya sutradara terkenal John McTiernan. Film ini sebenarnya diangkat dari novel terjemahan tulisan kisah Ibn Fadlan oleh Micahel Chrichton yang berjudul ’Easters of the Dead’. Kisah 'The 13th Warrior' dimulai dengan cerita tentang seorang seorang penyair dan bangsawan kekalifahan Arab di Baghdad pada 922 Masehi, yakni Ahmed Ibn Fadlan Ibn Al Abbas Ibn Rashid Ibn Hamad atau dikenal dengan nama singkatnya Ibn Fadlan menghadapi masalah dengan Kalifah. Rupanya Ibn Fadlan melakukan perbuatan terlarang yakni jatuh cinta kepada Shaharazhad istri Khalifah (diperankan oleh Ghoncheh Tazmini). Untuk menghindari hukuman mati, maka Ibn Fadlan bersedia menuruti saran tutor yang juga pengasuhnya, Melchisidek (Omar Sharrif) agar menjadi duta besar untuk bangsa Viking di wilayah utara.

Sebenarnya pengangkatan duta besar ke wilayah utara sebenarnya merupakan upaya ‘pembuangan’ atau ‘hukuman berat’ sebab di wilayah tersebut banyak bahaya yang sewaktu-waktu dapat mencabut nyawanya. Namun Ibn Fadlan menganggap kesempatan selamat di utara lebih baik daripada tinggal menghadapi hukuman pancung kepala di hadapan khalayak di Baghdad

Di wilayah utara, Ibn Fadlan dalam jurnalnya menceritakan bahwa kawasan ini dihuni oleh monster laut dan ‘iblis’ raksasa hutan jahat. Ibn Fadlan terkejut melihat budaya bangsa Viking yang dianggapnya barbar, kasar dan tidak mengenal kebersihan. Walau awalnya ia ngeri melihat kebiasaan bangsa Viking, namun ia juga kagum dengan sikap setia kawan, ksatria dan kegagahan bangsa Viking yang tidak kenal takut dalam menghadapi musuh. Ia juga dapat bersahabat dengan pejuang Viking, Buliwyf (Vladimir Kulich) dan kelompoknya.
Pada saat itu, kerajaan bangsa Viking sedang mengalami masa sulit karena musuh bangsa tersebut yang sebelumnya hanya dikenal dari cerita yang dituturkan secara turun temurun, ternyata kembali mengancam mereka. Suku misterius menurut legenda sangat kuat dan juga adalah kanibal yang doyan memakan daging orang mati yang dikenal sebagai ‘wendol’. Wendol ini diyakini sebagai sisa-sisa manusia gua Neanderthal yang pernah menguasai bumi pada jaman dahulu.

Menurut legenda itu juga, untuk menghadapi suku yang mengerikan itu, harus ada 13 pejuang untuk menghadapinya. 12 pejuang Viking telah terpilih termasuk Buliwyf, namun pejuang ke-13 harus bukan orang utara. Maka Ibn Fadlan pun harus mengisi posisi pejuang ke-13, padahal ia hanyalah penyair yang tidak biasa memegang senjata atau melihat darah. Akhirnya Ibn Fadlan membuat sendiri pedang ‘Arab’nya dari pedang ‘Viking’ yang sangat besar dan berat. Dengan bantuan ‘Empu Senjata’ bangsa Viking terciptalah pedang kecil melengkung khas pedang ‘Arab’ yang fleksibel dan lincah dimainkan.
Ibn Fadlan harus menjadi pejuang ke-13 yang bahu membahu dengan 12 pejuang lainnya dalam menghadapi suku bangsa ‘Wendol’ yang sangat buas dan mengerikan itu ! Kecerdasan dan luasnya pengetahuan Ibn Fadlan menolongnya untuk beradaptasi di negeri para Viking..bahkan dia banyak memberi inspirasi bagi kejayaan bangsa Viking menghadapi musuhnya. Hal itu menunjukkan bahwa peradaban dan ilmu pngetahuan bangsa Ibn Fadlan (Arab dan Persia) sangat maju dan menjadi mercusuar dunia pada abad ke 9 itu. Dalam film itu dikisahkan juga taktik ‘intai dan serbu’ yang dilakukan bangsa Viking dan Ibn Fadlan kedalam gua gua tempat tinggal kaum ‘Wendol’ yang menyaru menjadi manusia setengah beruang.
Menurut kesaksian serta petualanganku ke Norway, banyak gua-gua itu masih ada dan dibangun dengan pertahanan yang sangat kuat untuk kepentingan militer dengan penjagaan ekstra ketat dan berlapis lapis.

Sabtu, 27 Maret 2010

Sval-Sat






SvalSat adalah rangkaian stasiun bumi terbesar di kepulauan Svalbard. Svalsat merupakan posisi terbaik untuk mentracking dan mengendalikan sekaligus mengakses semua satelit polar yang aktif. Svalsat terdiri atas 8 buah ground station besar yang dioperasikan oleh beberapa lembaga antariksa seperti ESA, NASA dan NorsRomcenter.
Kepulauan Svalbard adalah wilayah paling utara Norwegia yang terletak di Samudra Arktik, sebelah utara Eropa Daratan. Svalbard merupakan sebuah kepulauan dengan Longyearbyen sebagai ibu kota. Pulau yang padat penduduknya ialah Spitsbergen, Bjornoya dan Hopen.
60% wilayah Svalbard diselimuti oleh gletser dan salju; sesuai dengan makna kata 'Svalbard' yang berarti 'pesisir yang dingin'. Arus Atlantik Utara menghangatkan iklim Artik sehingga kapal dapat berlayar hampir sepanjang tahun. Svalbard berada di utara Lingkaran Artik. Di Longyearbyen, matahari tengah malam muncul dari 20 April hingga 23 Agustus, dan langit yang terus-menerus gelap muncul dari 26 Oktober hingga 15 Februari.
Svalbard merupakan habitat bagi angsa kepah dan beragam jenis burung lainnya. Spesies mamalia yang tinggal di Svalbard antara lain: tikus Microtus epiroticus, rubah Artik, rusa kutub Svalbard, dan beruang kutub. Oleh karena banyaknya jumlah beruang kutub di Svalbard, warga setempat melaksanakan tindakan pencegahan ketika berada di luar pemukiman dengan membawa senapan setiap kali keluar rumah. Apabila kita menginap di beberapa hotel di pulau ini kita akan dibekali senapan apabila kita keluar hotel, karena masih banyak binatang liar (beruang dan rubah kutub) yang berkeliaran. Anehnya, pemerintahan setempat melarang siapapun untuk mengganggu atau membahayakan hewan itu. Di kepulaun Svalbard ini tak ada jalan raya yang menghubungkan masing-masing pemukiman; sarana transportasi hanya berupa kapal, pesawat, helikopter, dan mobil salju.
Kegiatan ekonomi Svalbard bertumpu pada industri pertambangan batu bara, perikanan dan pemasang jerat binatang liar. Menjelang abad ke-21, sektor pariwisata, penelitian, pendidikan tingkat lanjut, dan perusahaan canggih KSAT seperti stasiun-relay satelit tumbuh pesat. Sistem Kabel Bawah Laut Svalbard yang mulai beroperasi pada Januari 2004 memiliki jaringan dual optik fiber sejauh 1.440 km dari Svalbard ke Harstad via Andoy untuk hubungan dengan stasiun satelit di Svalbard yang dimiliki oleh NASA dan NOAA.

Jumat, 19 Maret 2010

Tromso Satellite Station-TSS




Dikota Tromso, aku ikut intesif training tentang ’satelit polar-orbit’ di fasilitas Tromso Satellite Station (TSS) yang merupakan stasiun bumi milik bersama antara NorsRomcenter, Kongsberg Aerospace and Defence dan ESA-European Space Agency. TSS merupakan salah satu pengendali rangkaian stasiun bumi yang tersebar dari kutub utara (SvallSat) sampai kutub selatan (TrollSat) untuk mengakses berbagai satelit ‘polar orbit’.
Bersamaku ada juga beberapa peserta dari negara lain; Inggris, Spanyol, Norway dan Perancis. Aku, satu satunya peserta yang berlatar belakang bukan engineering dan remote sensing. Untunglah, aku pernah mengikuti program serupa di Center for Space and Remote Sensing Center di National University Taipei tahun 2003 dan Envisat Symposium-ESA di Swiss tahun 2007. Tak begitu sulit bagiku menyesuaikan diri, dan merekapun dengan senang hati membantu bila aku ada kesulitan. Materi training cukup beragam mulai dari Satellite Space Segment, dan Satellite Ground Segment (software sampai hardware sebuah stasiun bumi).
Tone Schonberg, salah satu narasumber TSS mengatakan setidaknya ada 300 kali periode revisit satelit polar terpantau di TSS. Artinya setiap 4,8 menit ada sebuah satelit melintas di langit Tromso dan dapat diakses dari stasiun bumi Tromso. Beragam satelit polar, mulai dari satelit radar (SAR), satelit cuaca, satelit navigasi sampai satelit image optis resolusi tinggi (VHRS-Very High Resolution Satellite). Keunggulan posisi kota Tromso ini menjadi penopang daya saing tersendiri sehingga Norwegia memiliki keunggulan dalam teknologi persatelitan dan ilmu antariksa. Dewasa ini tak kurang 8000 satelit mengorbit bumi, 5000 buah sudah merupakan sampah antariksa-’space debrish’- dan sekitar 3000 buah satelllite lainnya masih aktif, seperti satelit cuaca, satelit komunikasi, satelit navigasi, satelit observasi, teleskop antariksa dll.
Satelit observasi bumi, dikalangan peneliti dikenal sebagai Earth Observation Satellite (EOS). Dilingkungan militer dan NSA-National Security Agency satelit ini dikenal sebagai ’spy satellite’ -satelit mata-mata, karena bisa digunakan untuk memantau objek di permukaan bumi secara akurat seperti pesawat, instalasi militer, pergerakan mobil/tank dan kapal- kapal di laut/pelabuhan.
Berdasar jenis sensor utamanya satelit observasi dibedakan 2 jenis yi satelit optis (EO-Electro Optis) dan satelit radar-SAR–synthetic aperture radar dan ASAR-advance synthetic aperture radar. Satelit optis bersifat pasif, bisa memantau objek di permukaan bumi karena ada refleksi sinar matahari. Tanpa sinar matahari fungsi satelit optis tak akan berjalan.
Saat ini tersedia beberapa jenis satelit optis komersial dengan resolusi yang cukup tinggi untuk berbagai tujuan, diantaranya: WorldView, QuickBird, OrbView, IKONOS, SPOT, EROS A, EROS B, dan ALOS.

Rabu, 17 Maret 2010

Manusia dan Paus




Melihat paus secara langsung sebenarnya bukan pertama kali bagiku. Pertama kali aku berkenalan denganya di Museum Marine Biologi di kota Checeng Taiwan tahun 2003. Namun melihatnya secara langsung di alam bebas tetap saja membuat kita takjub dan kagum. Dan seakan akan paus paus itupun suka apabila berjumpa dengan manusia, sehingga mereka seakan akan ’bergaya’ di depan manusia. Konon dulunya mamalia itu juga berasal dari darat. Jadi bertemu manusia seakan seperti berjumpa ’adik kecil dari darat’. Mungkin begitulah perasaan paus. Entahlah.Wallahu’alam.

Hubungan manusia dan mamalia raksasa laut –paus- diselimuti mistery dan keghaiban. Walau ada yang menganggapnya sebagai superstition atau memiliki ’kekuatan magis’. Interaksi manusia dan paus sebenarnya telah terjalin sejak ribuan tahun lalu seperti tertulis dalam Al Qur’an atau Kitab Perjanjian Lama yaitu Kisah nabi Yunus (Jonas) yang berdakwah di kota Niniveh (Ninawa di Irak, sekarang ini).

Upaya nabi Yunus setelah sekian tahun hanya dikuti 2 orang, sementara hampir semua warga kota menentang dan menantangnya untuk mendatangkan azab dari Tuhan sebagai bukti bahwa dia adalah utusan Tuhan.

Nabi Yunus AS kemudian keluar ’minggat’ dari kota dengan keadaan kesal dan marah. Kemudian dia pergi kemanapun arah angin, sampai ke tepi pantai kemudian menumpang kapal untuk menyeberang disekitar laut Tengah. Di tengah laut datanglah badai. Nahkoda memutuskan untuk mengurangi beban kapal dan membuang barang barang dan akhirnya mengundi nasib penumpang yang dilempar kelaut. Setelah diundi tiga kali selalu nama itu jatuh ke Nabi Yunus AS, maka dengan berat hati akhirnya beliau dilemparkan ke laut dan segera ditangkap dan ditelan oleh ikan raksasa yang bisa diartikan sebagai paus atau mungkin hiu paus. ’Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.’(QS As Shafaat:37;137-148).

Menurut Perjanjian lama selama 3 hari nabi Yunus AS dalam perut ikan. Beliau tidak mati namun berdoa dan menyesali perbuatannya pergi dan marah dari hidayah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Berkuasa! Doa Nabi Yunus AS dalam perut ikan : ’Tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau , Maha Suci Engkau, sesunggguhnya aku adalah termasuk orang orang dzalim’ (QS Anbiya (21) : 87) adalah salah doa yang mustajab apabila didoakan pada saat sholat malam. Nabi Yunus AS akhirnya dimuntahkan oleh ikan raksasa itu dan terdampar di pantai berpasir kemudian akhirnya beliau kembali mendapati ummat yang mengikutinya dalam jumlah yang besar.

Dalam cerita 1001 malam Sinbad-Sipelaut. Rombongan Sinbad yang lelah dan jenuh mengarungi samudra beristirahat di sebuah pulau kecil di tengah samudra luas. Ketika anak buah Sinbad menyalakan api hendak membuat api unggun ternyata pulau itu bergerak dan ternyata ia adalah seekor ikan raksasa. Rombongan Simbad kemudian tercerai berai di tengah laut dan tak sedikit yang mati tenggelam. Demikian juga dalam cerita Yunani, situa bijaksana Plinius, meneliti hubungan peran paus dengan jumlah tangkapan nelayan.

Di kalangan nelayan Eropa utara, apabila nelayan bertemu paus akan berteriak sekerasnya...”Simor’.Simon’...’Simon’ maka paus akan mendatanginya dan akan menggiringkan ikan ikan yang panik naik ke permukaan untuk dijaring oleh nelayan. Pada hari berikutnya paus akan datang lagi dan akan dihadiahi oleh nelayan hadiah berupa roti dan wine.

Whale Safari





Selama tinggal di kota Tromso untuk pertama kalinya, kegiatanku hanya ikut intensif training di TSS-Tromso Satellite Station. Jadi jadwalnya rutin dan membosankan, pagi dijemput dan malam diantar pulang ke hotel. Selebihnya aku cuma diajak berkeliling kota Tromso atau diundang makan malam oleh staff TSS. Tibalah hari libur, dimana aku bisa berkeliling sendiri disekitar kota ini. Habis sarapan pagi aku jalan jalan di pelabuhan Tromso dan tanpa sengaja mataku tertumbuk pada ’billboard’ eco-tourism ’Whale Wathching Tour’di pelabuhan Tromso.

Siang harinya persis didepan hotelku terparkir kapal catamaran-kapal berlunas ganda’ ’CETACEA’ berukuran cukup besar ukuran sekitar 20 meter panjangnya. Tarif tour menonton paus dengan kapal Cetacea itu cukup murah bila dibanding paket wisata sejenis oleh biro perjalanan lain yang mencapai 2,000 Norway Kron atau sekitar (4 juta rupiah). Selama 8 jam tour diatas kapal ’Cetacea’ para peserta cukup membayar sekitar 700 kron atau sekitar 1,4 juta rupiah dengan jaminan uang dikembalikan apabila tidak berhasil melihat seekor pauspun dalam wisata selama 8 jam itu. Dari pengamatanku banyak sekali turis dari Inggris atau Jepang yang suka mengikuti program ’whale safari’ menonton kehidupan paus di sela sela ’fjord’ di Norway dari dekat. Dengan route dari Tromso ke Tystfjord atau Lofoten lokasi tempat keluarga paus ’berlibur musim panas’ di perairan Norway.

Kondisi ekologis kepulauan Norway yang unik yaitu musim summer Arctic namun arus laut hangat membawa banyak makanan membuatnya banyak menarik kunjungan berbagai ’hewan petualang’ ini yang selalu berkunjung sebagai ’feeding periods’ ke wilayah ini pada waktu waktu tertentu. Semacam pulang kampunglah bagi manusia pengelana. Keluarga paus ini akan membawa anak anaknya yang dilahirkan di daerah perairan tropis. Kondisi ini dimanfaatkan oleh pengelola wisata setempat menjadi paket wisata ‘Whale watching tour’ menonton ikan paus liar ‘pulang kampung’ setelah mengelilingi samudera-samudera di dunia. Tour ini biasanya dilakukan pada bulan May sampai Oktober.

Paus adalah hewan menyusu-mamalia-laut terbesar diplanet bumi, yang bersifat pengelana (migratory/ruaya). Paus dari jenis ’Killer Whale’ –Orcinus orca adalah pengelana hebat penakluk laut di dunia. Hewan ini memiliki kebiasaan selalu berpetualang mengelilingi samudera-samudera di dunia. Seperti saudaranya Dolhpin-lumba lumba, mamalia laut ini adalah pemakan daging yang rakus, pernah difilmkan bagiamana ’killer whale’ ini mencabik cabik seekor hiu putih raksasa sepanjang 4 meter hanya dengan dua kali ’gebrak’ untuk dimakan ’jeroannya’.

Namun ’Killer whale’ ini bersahabat dengan manusia. Mereka seringkali berenang sangat dekat dengan pantai atau daratan. Sifat ’alaminya’ yang bersahabat dengan manusia itu malah merugikannya, karena sudah ribuan ekor mammalia laut ini dibantai manusia untuk diambil daging atau lemak/minyaknya.

Menurut Nils Oein dari Insitute of Marine Research Norway ditemukan setidaknya 1,500 ekor ’Killer whale’ di perairan norway, walau jumlah populasi sebenarnya tidak diketahui dengan pasti. Hewan raksasa ini selalu berkelana semasa hidupnya dari mulai dilahirkan, masa remaja, musim reproduksi dan masa tua selalu berada di lokasi yang berbeda beda. Semua samudera di dunia termasuk kawasan tropis adalah wilayah kekuasaanya

Hewan raksasa ini selalu berkelana semasa hidupnya dari mulai dilahirkan, masa remaja, musim reproduksi dan masa tua selalu berada di lokasi yang berbeda beda. Semua samudera di dunia termasuk kawasan tropis adalah wilayah kekuasaanya. Disamping jenis ini di perairan Norway juga ditemui jenis ’humpback whale’ (Megaptera novaeangliae), ’Sperm Whale’ (Physeter macrocephalus), ’Minke Whale’ (Balaenoptera acutorostrata) dan ’Pilot Whale’ (Globicephala melaena).